Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Regina Poetiray mulai menjadi perbincangan sejak ia resmi didapuk sebagai vokalis grup musik pop Geisha. Dia menggantikan vokalis sebelumnya, Narova Morina Sinaga atau Momo, 32, yang vakum dari grup.
Penyanyi berusia 19 tahun yang akrab disapa Ena itu kini berperan sebagai ujung tombak Geisha. Dia mengaku tertantang dengan banyaknya pengalaman baru bersama kelompok musik yang populer di kalangan anak muda itu.
Pasalnya, sebelum bersama Geisha, Regina lebih dulu tergabung dengan grup Jazz D'Gospel yang beranggotakan para musikus senior, seperti Cendy Luntungan, Harry Anggoman, Oele Pattiselanno, Adi Prasodjo, Fanny Kuncoro, Yuan Mamangkey, dan sang ayah Reggy Poetiray.
"Pas pertama kali tahu Geisha, band ini kayaknya lagu-lagunya galau semua. Geisha terkenal lagunya galau semua. Pas tahu, ternyata memang ada lagu-lagu lain kayak Cukup tak Lagi, Ku yang Pertama. Sebelum gabung di Geisha paling yang aku tahu Lumpuhkanlah Ingatanku. Paling galau banget ya," ungkapnya.
Perempuan kelahiran Jakarta itu dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang lekat dengan musik. Sulung dari dua bersaudara berdarah Ambon dan Solo-Tionghoa itu pun mengaku dirinya mencoba lebih dari sekadar hobi untuk urusan musik dengan serius menggelutinya. Ia pernah mengikuti ajang pencarian bakat The Voice Indonesia 2016 saat berusia masih 17 tahun.
Musik pop
Memegang posisi sentral di Geisha tentu bukan hal mudah. Lebih-lebih, Geisha telanjur identik dengan Momo di telinga penikmat musik pop Tanah Air.
"Geisha yang sekarang lebih segar. Memang style Geisha sekarang lebih segar dan kekinian gayanya. Enggak kayak yang sebelumnya. Kalau sekarang lebih mileniallah. Karena mungkin aku masih muda jadi (Geisha) mengikuti agar lebih segar."
Dia pun mengaku banyak beradaptasi dengan Geisha yang membawakan langgam pop. "Sebenarnya aku lebih ke jazz dan soul funk. Bukan pop sebenarnya. Jadi, ini benar-benar keluar dari zona nyaman," ucapnya.
Menurutnya, bernyanyi pop tidak semudah ia biasa membawakan jazz. Pasalnya, musik pop, terlebih lagu-lagu yang melankolis, membutuhkan penjiwaan yang sempurna agar bisa dibawakan dengan baik ke para penonton.
"Nyanyi pop bisa dibilang paling susah, harus mendalami arti liriknya. Memang harus main rasa. Kalau nyanyi funk jazz cuma main groove tapi nyanyi pop lebih serius dan harus lebih dapat rasanya," imbuhnya.
Di usia yang tergolong sangat muda sebagai penyanyi, Regina yang kini juga tengah berkuliah mengatakan dirinya harus membagi-bagi waktu antara karier dan pendidikan. Meski mengaku tidak mudah menyeimbangkan waktunya, dia tetap memandang pendidikan penting. Pun di masa mendatang kelak, dia berharap bisa membuka sekolah musik.
"Ke depan pastinya enggak cuma jadi penyanyi doang. Aku kepingin membuat sekolah musik." (Cecylia Rura/H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved