Tradisi Klenik Hilang, UN 2015 Hasilkan Suasana Belajar
Mufti S
05/5/2015 00:00
(MI/ANGGA YUNIAR)
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyebut ada tradisi yang hilang saat menjelang ujian nasional (UN). Tradisi tersebut adalah tradisi klenik yang tidak berkaitan dengan pelaksanaan UN.
"Satu hal yang ingin saya sampaikan, sekarang jelang ujian nasional banyak enggak di media yang ke klenik-klenik lagi? enggak ada lagi. Banyak enggak yang melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan ujian? Tidak lagi," kata Anies seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015).
Menurut Anies, UN 2015 sudah menciptakan suasana belajar yang kondusif. Setiap sekolah, kata dia, mempersiapkan ujian dengan cara yang tepat.
"Suasananya sudah suasana belajar. Kalau mau ujian, ya siap-siap, caranya dengan belajar," sebut dia.
Anies menyitir pola kebiasaan sekolah yang sering kali melakukan kegiatan yang tak berhubungan dengan UN. Sekolah tak mengajak anak didik belajar.
Kakak sepupu Novel Baswedan itu pun menerangkan target UN 2015 tak hanya menghasilkan siswa yang punya nilai tinggi. Tapi juga, menghasilkan siswa yang punya integritas kejujuran.
"Targetnya adalah nilai setinggi-tingginya dan angka kejujuran 100 persen," imbuh dia.
Meski begitu, Anies tak menampik pelaksanaan UN 2015 belum sempurna. Dia menyebut, Kemendikbud terus berupaya untuk menciptakan UN yang berbasis integritas.
"Belum sempurna, kita ini beroperasi di Indonesia yang indeks korupsinya tinggi dibanding negara lain. Jadi termasuk ketika UN, apakah ada kebocoran? Pasti. Di sana-sini ada laporan. Karena itu saya minta kalau ada indikasi, laporkan. Ke siapa? Ombudsman boleh, Kemendikbud boleh. Kita langsung follow up," tegas dia. (Q-1)