Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH mengukir prestasi internasional bidang Matematika pekan lalu.Kini pelajar Indonesia kembali meraih medali emas pada olimpiade sains internasional bidang Kimia dan Fisika.
Pada even International Chemistry Olympiad (IChO) yang berlangsung 19 -29Juli 2018 di Rudolfinum, Praha, Republik Ceko.Tim Olimpiade Kimia Indonesia meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu.
Medali emas diraih Ivan Wijaya dari SMA Kristen YSKI, Semarang, medali perak Abdullah Muqaddam dan MAN Insan Cendekia Serpong, Banten. Medali perunggu diraih Rizki Kurniawan dari SMAN 1 Kota Metro, Lampung dan Syaiful Islam SMA Cindera Mata Kota Bekasi, Jawa Barat.
Kompetisi ini diikuti 80 negara dari seluruh dunia, dan merupakan penyelenggaraan olimpiade kimia yang ke-50. Tahun lalu, pada IChO ke 49 di Nakhon Pathom, Thailand, Indonesia meraih 1 medali emas dan 3 medali perak
Saat menyambut tim ICho di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud Purwadi, Senin petang (30/7 didampingi Kasubdit Peserta Didik Pembinaan SMA Suharlan dan Kepala Biro Komunikasi Layanan Publik, Ari Santoso.
Dalam kompetisi ini, setiap siswa diuji kemampuan dalam bidang teori dan keterampilan praktek di laboratorium.
"Prestasi ini merupakan kado ulang tahun hari kemerdekaan dan membanggakan kita semua. Bahwa para pelajar kita tidak kalah dengan negara maju, " kata Purwadi pada kesempatan tersebut.
Menurutnya para juara akan mendapat beasiswa bagi peraih emas akan mendapat beasiswa hingga S3 ,peraih perak beasiswa S2 dan peraih perunggu beasiswa S1 dalam negeri.
"Prestasi ini mesti menjadi budaya tradisi sains kita yang kita kembangkan terus menerus sekaligus memupuk semangat nasionalisme kebangsaan kita di even internasional, " tambah Suharlan.
Ivan Wijaya mengakui surprise berhasil meraih emas di IChO, " Saya awalnya pesimis namun Tuhan memberkati saya untuk optimis dan berhasil raih emas, " kata Ivan yang bercita cita menjadi ilmuwan.Bagi Muqoddam meraih perak di IChO amat membanggakan kendati ia mengaku harus bersusah payah karena cuaca panas yang amat panjang di Ceko. "Ya Alhamdulillah saya mampu mengatasinya, " kata Muqoddam yang kini masuk kuliah di Fakultas Kedokteran UI.
Usai menyambut tim IChO, Kemendikbud juga menerima kedatangan tim International Physics Olympiad (IPhO) yang di gelar di Lisbon, Portugal 19-29 Juli 2018.
Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih 1 medali emas oleh Johanes Suhardjo dari SMAK Frateran Surabaya. Satu medali perak diraih Jason Jovi Brata dari SMAK 1 BPK Penabur Jakarta. Tiga medali perunggu masing masing diraih Ahmad Aufar Thoriq dari SMA Semesta BBS Semarang, Bryant Juspi dari SMA Darma Yudha Pekanbaru, dan Raditya Adhidarma Nugraha dari SMAN 1 Yogyakarta.
IPhO atau yang biasa dikenal dengan Olimpiade Fisika Internasional diikuti siswa sekolah menengah dari 87 negara.
Dari 87 negara tersebut, 17 negara meraih medali emas. 11 dari 17 negara tersebut merupakan negara Asia, 4 negara Eropa, 1 Amerika Serikat, dan 1 Australia.
"Setiap siswa harus menjalankan dua jenis ujian fisika, yaitu theoretical and experimental," ujar Syamsu Rosid yang merupakan ketua delegasi Indonesia bidang Fisika tersebut. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved