Pendaki yang Terjebak di Rinjani tak Diperkenankan Turun Sendiri

Putri Anisa Yuliani
30/7/2018 15:16
Pendaki yang Terjebak di Rinjani tak Diperkenankan Turun Sendiri
(MI/Yusuf Riaman)

PARA pendaki yang masih terjebak di Gunung Rinjani pascagempa, Minggu (29/7) lalu, tidak diperkenankan turun sendiri. 

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho hal itu dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban saat proses evakuasi berlangsung.

Sebab, selain jalur-jalur pendakian sebagian besar tertutup oleh longsoran akibat gempa bermagnitudo 6,4 skala Richter, diharapkan proses evakuasi menjadi lebih terorganisir.

"Pasti di sana ada pemandu yang juga ikut bersama para pendaki sekaligus ada porter yang mengetahui. Tapi, sebaiknya pendaki mengikuti Instruksi tim evakuasi. Tim evakuasi juga setibanya di sana telah menyampaikan itu," kata Sutopo di Gedung Graha BNPB, Senin (30/7).

Sebanyak 689 pendaki masih terjebak di Gunung Rinjani. Di antara jumlah tersebut dikonfirmasi ada 135 orang pendaki warga negara asing. Sebelumnya pada 29 Juli terdata sebanyak 829 pendaki berada di Gunung Rinjani dengan rincian 637 WNA dan 192 WNI. 637 WNA ini berasal dari 26 negara dengan mayoritas dari Thailand sebanyak 337 pendaki.

Sutopo menuturkan dari jumlah itu hanya satu orang pendaki yang dipastikan meninggal di saat melakukan pendakian yakni pendaki asal Makassar Sulawesi Selatan bernama Muhammad Ainul Taksim.

Sementara pendaki asal Malaysia  bernama Siti Nur Iesmawida Ismail meninggal saat masih berada di penginapan. "Beliau meninggal tertimpa bangunan penginapan saat hendak mendaki bersama 17 orang rekannya," kata Sutopo.

Menurutnya saat ini jenazah Siti belum bisa dipulangkan ke Malaysia karena masih dalam proses pengurusan administrasi. "Sedang diproses Kementerian Luar Negeri," ujarnya. (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Adiyanto
Berita Lainnya