Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUHAMMAD Ainul Taksim, mahasiswa asal Makassar, Sulawesi Selatan, tewas di Gunung Rinjani, Lombok Nusa Tenggara Barat. Dia tewas akibat terkena longsoran batu-batuan saat gempa yang terjadi Minggu (29/7) lalu.
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan sebanyak 689 pendaki terjebak di Gunung Rinjani sejak gempa bumi terjadi di Nusa Tenggara Barat pada Minggu dini hari itu.
"Ada sebanyak 689 pendaki yang sedang dalam proses evakuasi oleh tim gabungan. Terjebak di sini bukan berarti mereka kondisinya susah memprihatinkan. Bukan, tetapi karena tidak bisa melewati jalur untuk turun karena tertutup longsoran batu," kata Sutopo dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/7).
Awalnya terdapat 829 pendaki yang berada di kawah puncal Gunung Rinjani serta berada di sekitar jalur pendakian pada saat terjadi gempa (29/7). Jumlah itu terdiri dari 437 pendaki berasal dari negara lain dan 192 pendaki warga negara Indonesia.
Kesemua pendaki tersebut terdata mendaki Gunung Rinjani pada 27 Juli dan 28 Juli. Menurutnya jumlah ini pun simpang siur karena manifestasi data pendaki tidak pasti.
Lalu sampai 29 Juli pukul 23.30 sebanyak 680 pendaki berhasil turun sehingga tinggal tersisa 149 pendaki di Gunung Rinjani. Tapi, kemudian diketahui ada pendaki yang terjebak di dua titik yakni di KM 10 Jalur Sembalun sebanyak 500 orang terdiri dari 365 WNI dan 135 pendaki asing serta di titik Batu Ceper sebanyak 40 orang. Sehingga total ada 689 pendaki terjebak di Gunung Rinjani.
Sutopo menuturkan seluruh pendaki dalam keadaan selamat. Hanya ada satu orang korban pendaki meninggal dunia di Gunung Rinjani akibat terkena longsoran batu-batuan saat gempa.
Korban atas nama Muhammad Ainul Taksim, mahasiswa asal Makassar, Sulawesi Selatan. "Saat ini jenazahnya sedang dalam proses evakuasi bersama pendaki lainnya."
"Ada sebagian pendaki yang bisa melakukan komunikasi dengan melapor ke keluarganya dan juga ke pihak balai. Semua dalam keadaan sehat dan logistik masih cukup untuk beberapa hari ke depan," imbuh Sutopo.
Tim evakuasi gabungan pun membawa perbekalan logistik tenda, baju, maupun makana serta obat-obatan guna mengantisipasi kondisi pendaki pascagempa.
Sebanyak 184 personil gabungan telah berangkat pagi ini pukul 07.00 WITA guna mengevakuasi para pendaki.(E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved