Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ARSIP Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengaku optimistis arsip terkait pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 akan dinyatakan menjadi Warisan Dunia (Memory of The World-MoW) pada tahun ini.
''Ya, kita sangat berharap pada Oktober atau September tahun ini, UNESCO sudah mengumumkan arsip tersebut menjadi Warisan Dunia,'' ujar Kepala ANRI Mustari Irawan, di sela-sela acara Rapat Koordinasi Penyelamatan Arsip Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Perusahaan Swasta, di Jakarta, hari-hari.
Menurut Mustari, ANRI telah menyerahkan arsip penyelenggaraan KAA ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sejak tiga tahun lalu.
Arsip-arsip KAA yang diajukan ANRI berupa foto-foto, dokumen serta video. Ratusan foto-foto dan video yang berisi mulai dari acara pembukaan hingga menghasilkan Dasa Sila Bandung itu, dirangkai dalam sebuah film berdurasi 12 menit.
Pada tahun ini, bertepatan dengan momentum 60 tahun pelaksanaan konferensi tersebut, Mustari berharap agar UNESCO meloloskan arsip tersebut menjadi Memory of The World.
Menurut Kepala ANRI, dasar sejarah untuk menjadikan arsip KAA menjadi MoW sudah cukup. Pasalnya, Indonesia yang baru merdeka selama 10 tahun, mampu menggelar konferensi tingkat internasional berskala besar. Hasil konferensi itu, lanjut dia, juga berdampak pada terjadinya perubahan tatanan dunia internasional.
Pasalnya, dari konferensi yang menghasilkan Dasa Sila Bandung tersebut, banyak negara-negara di Asia dan Afrika terinspirasi dan akhirnya menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.
''Roh perdamaian, kebebasan dan kemerdekaan inilah yang bisa menjadi warisan bagi peradaban manusia,'' tutur dia.
Dapat dukungan
Hal senada juga diungkapkan Wardiman Djojonegoro selaku anggota Motivator Kelompok Kerja Arsip Nasional yang mengajukan arsip tersebut ke UNESCO. Menurut Wardiman, semua syarat agar arsip itu menjadi Warisan Dunia sudah terpenuhi. Sekarang, tinggal menunggu pengesahan UNESCO.
Usulan agar arsip tersebut menjadi Warisan Dunia juga telah mendapatkan dukungan dari sejumlah negara yang menjadi perintis digelarnya KAA, seperti India dan Pakistan.
Selain itu, kata Wardiman, ini bukan pertama kalinya arsip atau naskah dari Indonesia masuk menjadi Warisan Dunia. Naskah epik mitologi dari Sulawesi Selatan, I La Galigo, Babad Diponegoro dan Negarakertagama, telah menjadi Warisan Dunia berdasarkan usulan dari Perpustakaan Nasional.
Selain itu, ANRI bekerja sama dengan Belanda juga pernah mengusulkan agar arsip VOC masuk menjadi Memory of The World.
Menurut Kepala ANRI, proses untuk menjadikan suatu naskap/arsip menjadi Memory of The World, biasanya memakan waktu dua sampai tiga tahun. Itu pun arsip yang diajukan harus bersaing dengan negara-negara lain yang mengajukan permintaan serupa. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved