SEBAGAI ajang kompetisi keilmuan yang prestise di tingkat SMA, Olimpiade Sains Nasional (OSN) kerap menjadi ajang kompetisi atau persaingan ketat terbaik pada bidangnya. Pasalnya, untuk dapat tampil di tingkat nasional para siswa harus melalui tahapan seleksi mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, hingga provinsi.
Untuk tahun ini, sebanyak 675 peserta dinyatakan lolos seleksi mengikuti OSN yang akan digelar 18-24 Mei mendatang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Mereka wakil terbaik dari 34 provinsi untuk sembilan bidang lomba OSN yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian (Geo Sains), dan Geografi.
Para siswa ini merupakan hasil seleksi tingkat provinsi yang diikuti 14.624 siswa se-Indonesia yang dilaksanakan Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Pendidikan Menengah,Kemendikbud pada 17-19 Maret 2015 lalu.
"Merekalah para calon ilmuwan muda harapan masa depan Indonesia yang akan bersaing di OSN tahun ini.Mereka bakal diseleksi berikutnya mengikuti olimpiade sains internasional," kata Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, Harris Iskandar didampingi Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud, Suharlan, kepada pers, di Jakarta.
Menurut Harris, animo peserta OSN tahun ini sangat menggembirakan karena minat mengikuti tahapan seleksi mulai dari tingkat sekolah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan minat ini secara otomatis juga mendongkrak jumlah kuota peserta OSN.
Dengan semakin bertambahnya jumlah peserta, diharapkan persaingan pun menjadi semakin menarik.
Menurut Harris wakil dari masing-masing provinsi sudah pasti akan memperlihatkan penampilan maksimal mereka pada OSN 2015 ini. Karena melalui OSN pula mereka akan diseleksi dan dibina sesuai bidang masing-maing secara bertahap untuk mewakili Indonesia di kompetisi sains intermasional 2016.
Dikatakan,ajang OSN yang diselenggarakan setiap tahun merupakan salah satu cara peningkatan mutu pendidikan nasional. Semakin ketat persaingan, secara tidak langsung juga memperlihatkan semakin berkembangnya mutu peserta didik kita. Kemampuan yang berimbang dari masing-masing provinsi bisa menjadi gambaran bahwa pemerataan kualitas pembinaan sudah berjalan ke arah yang benar.
Ia menandaskan aebagaimana hakikat dari pendidikan yaitu setiap peserta didik berhak mendapat peluang dan kesempatan yang sama.
Sebagai wadah penyaluran potensi, bakat, dan minat, OSN pun memberi kesempatan yang sama kepada seluruh siswa sekolah, baik itu negeri, swasta, madrasah aliyah. Nilai-nilai karakter, kejujuran, dan sportivitas, tertanam kuat pada diri masing-masing peserta. Selama pelaksanaannya, OSN sama sekali tidak mengistimewakan atau memberi prioritas kepada sekolah-sekolah tertentu.
Pada kenyataannya, sepanjang kegiatan ini berlangsung, peserta bukan hanya didominasi sekolah yang oleh masyarakat dianggap sebagai sekolah favorit atau unggulan saja. Sekolah-sekolah yang berada di pelosok mendapat kesempatan sama, bahkan tidak sedikit yang berhasil meraih prestasi tingkat internasional.
"Nah, dalam pemerataan kualitas ini diperlukan kerja sama yang baik antara pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pihak-pihak lain yang terkait dengan pengembangan potensi siswa. Itulah mengapa tahapan kegiatan olimpiade harus dilakukan melalui proses seleksi berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, untuk maju ke jenjang nasional, dan akhirnya berbicara di tingkat internasional.†tegasnya.
Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMA, Kemendikbud Suharlan menambahkan tujuan kegiatan OSN untuk memfasiitasi dan menjaring siswa yang memiliki potensi, bakat, dan minat, khususnya di bidang Sains. “Ini bukan soal juara atau tidak. Karena, bagaimanapun, mereka yang lolos seleksi dalam OSN 2015 adalah yang terbaik dari provinsi masing-masing," tegasnya.
Menurut dia,dapat terpilih dan ambil bagian dalam OSN merupakan pengalaman penting siswa.Begitu berhasil lolos dalam tingkat sekolah, kabupaten/kota, atau provinsi menjadi kebanggaan bagi siswa, guru, sekolah, juga orang tua.
Akan semakin luar biasa kebanggaan itu bila melalui OSN ini para siswa terpilih lagi mewakili Indonesia di persaingan sains tingkat internasional.
"Selama ini,ungkap Suharlan, jebolan OSN sudah banyak membuktikan kepada dunia tentang kemampuan Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Deretan prestasi dan medali sains internasional telah dipersembahkan para lulusan terbaik OSN setiap tahun.
Selain 675 siswa jenjang SMA yang lolos seleksi, OSN 2015 akan diikuti ribuan calon ilmuwan muda Indonesia lainnya mulai dari jenjang SD, SMP, SMK, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Pendidikan Dasar ( Dikdas) dan PKLK Pendidikan Menengah (Dikmen) hingga guru.
"Semuanya yang terbaik yang dimilki Indonesia. Saya ucapkan selamat berkompetisi," pungkas Suharlan. (Q-1)