Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELARAS dengan reformasi birokrasi yang dicanangkan pemerintah, peningkatan kinerja dan layanan publik menjadi perhatian utama Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada acara puncak Innovations of Frequency and Standardization Festival (IFaS-Fest) 2018 di Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/7), menilai kegiatan ini merupakan terobosan pemikiran baru dalam meningkatkan layanan kepada publik.
"Selama saya jadi menteri, rasanya baru sekali ikut acara seperti ini. Acara IFaS-Fest ini sesuatu yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya," kata Rudiantara pada acara penutupan kompetisi inovasi layanan publik tersebut, yang digelar Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kemenkominfo itu.
Menkominfo mengutarakan hal penting dalam birokrasi pemerintah dan layanan publik adalah kebaruan dan perubahan.
"Tetaplah memikirkan sesuatu yang baru, karena yang abadi adalah perubahan," cetusnya.
IFaS-Fest 2018 merupakan bentuk apresiasi bagi pegawai berprestasi di lingkungan Ditjen SDPPI Kemekominfo sekaligus branding issue dengan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat atas penggunaan frekuensi serta standardisasi perangkat telekomunikasi.
"Saya ucapkan selamat kepada pemenang IFaS-Fest 2018, tapi semuanya juga merupakan pemenang," cetus Rudiantara seraya menyebut semua peserta kompetisi adalah pemenang guna memberikan ide terbaik kepada masyarakat.
Dirjen SDPPI Kemenkominfo, Ismail, mengutarakan, IFaS-Fest 2018 merupakan terobosan jajarannya untuk mewadahi ide, inovasi, dan kreativitas dalam layanan publik.
"Ini suatu proses lompatan melalui IFaS-Fest, sebelumnya kegiatan ini berbentuk lokakarya yang seringkali bikin peserta mengantuk, tapi sekarang kami yang mendengarkan ide-ide dari anak-anak muda," cetusnya.
Ismail mengakui beragam inovasi yang disajikan selama IFaS-Fest 2018 merupakan cermin keragaman inovasi serta cara untuk memberikan solusi.
"IFaS-Fest merepresentasikan wajah kita yang berwarna, artinya ini menunjukan bahwa kita punya keberagaman. Tiap direktorat berbeda-beda tetapi tetap memiliki irisan. Saatnya kita mendengarkan ide dan inovasi yang lahir melalui IFaS-Fest ini, dan bersama-sama mencari jalan keluar dan solusi terbaik," tukasnya.
Ismail menjanjikan pemenang kompetisi akan mendapat apresiasi dan prioritas mengikuti pelatihan ke luar negeri.
Sekretaris Ditjen (Sesdit) SDPPI Kemenkominfo, Sadjan, menambahkan , IFaS Fest tahun ini pesertanya masih internal di lingkungan Kemenkominfo. Ke depan, sesuai arahan Menkominfo peserta akan melibatkan pihak luar termasuk dari kalangan perguruan tinggi.
Menurut Sadjan, ajang IFaS-Fest 2018 terbagi tiga kelompok kompetisi. Pertama SDPPIdea untuk kompetisi inovasi berupa ide-ide sederhana dalam peningkatan kualitas atau output pekerjaan dalam pelaksanaan tata kelola dan program prioritas kementerian.
Kedua, SDPPI’s Choice Award sebagai kompetisi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen SDPPI dalam memberikan layanan kepada publik. Kelompok ini terbagi dalam tiga kategori yakni UPT Beradministrasi Terbaik, Penanganan Gangguan Terbaik, dan Monitoring Terbaik. Ketiga, SDPPI Mobile Project yang wajib diikuti setiap UPT dan unit kerja di kantor pusat untuk meningkatkan kreativitas pegawai dalam branding issue Ditjen SDPPI di media sosial dan laman. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved