Survei: Perjalanan ke Kantor Habiskan Waktu dan Biaya
Wibowo
01/5/2015 00:00
(MI/Rommy Pujianto)
PENGELUARAN pekerja untuk biaya transportasi meningkat 100% (dua kali lipat) di 2015 bila dibandingkan tahun 2010. Itu berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan perusahaan penyedia solusi bisnis global asal Brussel, Belgia. Riset yang mengambil responden sebanyak 44 ribu itu mendapati bahwa pekerja menghabiskan gaji mereka sekitar 5% untuk biaya perjalanan menuju tempat kerja.
Para responden yang menjadi objek penelitian juga mengungkapkan bahwa bekerja dari rumah (work at home) bukanlah solusi dari masalah inefisiensi dari waktu dan biaya. Sebanyak 61% responden mengatakan mereka memiliki kantor di rumah, namun hanya setengahnya yang menyatakan bahwa mereka memiliki ruang kerja yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan untuk menunjang produktivitas. Padahal dengan bekerja lebih dekat dari rumah dengan fasilitas operasional layaknya kantor, selain menghemat waktu juga dapat meningkatkan produktifitas tiap karyawan.
Senada dengan responden, President Direktur Regus Indonesia Charles Rossi juga mengatakan bekerja di rumah bukanlah solusi untuk memecahkan persoalan efisiensi waktu. Karena rumah tidak memiliki infrastruktur yang menunjang pekerjaan sebagaimana kantor. Ditambah atmosfer di rumah sangat kontras dengan lingkungan kantor. "Tidak semua orang bisa bekerja dengan efektif di rumah," ujarnya di Jakarta.
Pelaku bisnis yang juga anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Nina Tursinah mengungkapkan dunia usaha saat ini membutuhkan lokasi perkantoran yang tidak macet dan mudah diakses, bukan lagi menyasar segmen daerah premium. "Lokasi yang penting adalah mudah diakses dari manapun. Dan tentunya harus memiliki fasilitas yang lengkap serta memenuhi standar K3 (keselamatan kerja konstruksi) gedung," tutur Nina yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang IKM dan UKM APINDO.
President Director Prima International Cargo Imam Wartomo juga mengungkapkan bahwa lokasi itu bergantung kebutuhan bisnis. "Tidak harus di kawasan Segitiga Emas," katanya. Apalagi bila menyangkut kebutuhan ekspor impor, perkantoran yang dekat dengan tol adalah pilihan utama.
Menurut Imam, perusahaan yang bergerak di bidang usaha transportasi itu mengutamakan lokasi yang dekat dengan akses jalan tol untuk kemudahan kelancaran arus barang. Selain gudang di pelabuhan udara dan laut. Sementara untuk kawasan bisnis distrik tidak terlalu berpengaruh terhadap bidang bisnis Prima International Cargo. (Q-1)