Dual City Campus Cetak Akuntan Profesional

Syarief Oebaidillah
26/7/2018 20:05
Dual City Campus Cetak Akuntan Profesional
(Ist)

LEMBAGA pendidikan akuntan profesional berkualitas internasional, London School of Accountancy and Finance (LSAF) Global memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai lembaga, organisasi, institusi, dan perusahaan nasional dan internasional.

Kerja sama dijalin guna meningkatkan kualitas kurikulum, peluang pelatihan dan pemagangan, maupun penempatan kerja.

Dalam kaitan itu, CEO dan Founder LSAF Global, Manish Gidwani, dan CEO Singapore Accountancy Academy (SAA) Global Education, Dr Sam Malafeh, pada Rabu (25/7), di Kampus LSAF Global, Kompleks Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta,menandatangani nota kesepakatan kerja sama (MoU) mengembangkan program pendidikan akuntansi berstandar internasional Dual City Campus Jakarta-Singapura.

"Dengan konsep Dual City Campus ini, akan memberikan peluang kepada siswa kami di Indonesia mendaftar kuliah di LSAF Global di Indonesia, membayar kuliah dengan mata uang rupiah di Indonesia, dengan fleksibilitas kapan pun untuk kuliah di Indonesia dan atau di Singapura sesuai dengan keinginan dan perencanaan dari siswa sendiri dengan standar kualitas yang sama," kata Manish melalui keterangannya hari ini.

Ia mengklaim LSAF Global merupakan satu-satunya institusi pendidikan akuntansi di Indonesia yang mengantongi sertifikat Gold Approved Learning Partner dari Association of Chartered Certified Accountants (ACCA). Kedua institusi, LSAF Global dan SAA Global Education merupakan mitra ACCA, yang merupakan badan global untuk akuntan professional yang paling maju di dunia.

"Program ini bagus untuk siswa Indonesia yang ingin belajar akuntansi dan menekuni profesi akuntan profesional, sekaligus peluang mendapatkan pengalaman kerja dalam lingkungan pergaulan internasional. Ini juga akan sangat membantu untuk bisa kuliah di universitas terkemuka dengan biaya yang relatif jauh lebih terjangkau bagi kebanyakan siswa di Indonesia," tambah Sam Malafeh.

Kerja sama ini juga membuka peluang mahasiswa LSAF Global melanjutkan pendidikannya pada jenjang S-1 maupun S-2 di University of London dengan cukup menjalani kuliahnya di Jakarta dan beberapa modul dijalani di Singapura.

Tentu ini peluang yang sangat menguntungkan bagi siswa, karena untuk biaya kuliah di London diperlukan biaya rata-rata setidaknya 20.000 Pundsterling per semester, atau sekitar Rp400 juta per semester, atau sekitar Rp800 juta setahun.

Sementara dengan mengikuti program Dual City Campus ini, cukup dengan biaya Rp150 juta untuk 3 tahun program pendidikan hingga selesai. Selain itu, karena kedua institusi ini telah sama-sama terdaftar anggota ACCA, setiap lulusannya akan langsung mendapatkan dua sertifikat sekaligus, yakni sertifikat akademik dan sertifikat profesi akuntan anggota ACCA.

Sehingga menguntungkan, karena lulusannya bisa langsung masuk pasar tenaga kerja. Peminat lulusan SMA bisa langsung mendaftar untuk mengikuti program internasional ini.
Manish menilai kebutuhan dan peluang kerja akuntan profesional di Indonesia sangat tinggi. Saat ini, kebutuhan akuntan bertaraf internasional di Indonesia sebanyak 452 ribu orang. Sementara data dari Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, hanya tersedia 16 ribu akuntan profesional.

Kepala Perwakilan ACCA di Indonesia, Conny Siahaan, mengutarakan, kemitraan antara LSAF dan SAA ini menjadi contoh ACCA dan para mitranya bekerja bersama untuk mencapai visi strategis guna menjadi nomor satu dalam mengembangkan profesi akuntan yang dibutuhkan dunia.

"Sebagai mitra ACCA Learning Providers, kemitraan ini ikut membantu Indonesia untuk mengembangkan profesi akuntan, mendukung dan membuka peluang karir global bagi siswa dan anggota ACCA di Indonesia, terutama di era Masyarakat Ekonomi ASEAN seiring permintaan untuk akuntan profesional sangat kuat. Kita berharap ACCA dapat membantu industri di Indonesia dan para akuntan muda Indonesia sehingga mampu bersaing serta berperan utama di pasar global," kata Conny. (RO/OL-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya