FAKULTAS Kedokteran Universitas Indonesia mempromosikan gelar Doktor bidang Ilmu Biomedik kepada Silvia Werdhy Lestari. Gelar tersebut diberikan atas dasar penelitian Silvia mengenai ketidak suburan (infertilitas) pada pria yang disebabkan oleh gangguan pada Sel sperma (Spematozoa) Pria.
Menurut Silvia, gangguan gerak pada spermatozoa disebabkan oleh dua faktor, keturunan (genetik) dan gaya hidup. "Kalau untuk gangguan genetik, belum ada terapi atau obat untuk menanggulanginya, " terangnya saat ditemui di sela-sela upacara promosi pada Kamis (30/4).
Sedangkan, lanjutnya, untuk faktor gaya hidup, dirinya menemukan bahwa makanan dan olahraga dapat menyebabkan aktifitas spermatozoa. Ditambahkan olehnya bahwa makanan tidak segar, seperti yang dibakar, junk food, serta makanan kalengan merupakan penyebab utama yang memengaruhi kehidupan sperma dan aktifitas enzim pada sperma.
"Sedangkan untuk olahraga, bersepda untuk waktu yang lama, serta angkat beban yang sangat berat juga akan memengaruhi," tambahnya. Dirinya juga menerangkan bahwa yang paling berbahaya dalam infertilitas pada pria adalah tidak adanya keluhan atau tanda-tanda yang menunjukkan bahwa pria tersebut mengalami masalah dalam spermatozoa. Tanda yang paling jelas terlihat ketika Pria tersebut tidak bisa memiliki anak.
Oleh karena itu, dirinya menyarankan agar pria sebelum menikah tidak perlu merasa malu untuk memeriksakan kesuburannya. "Selama ini pemahamannya salah, yang diperiksa pasti wanita duluan, padahal yang paling mudah adalah melakukan analisis sperma di laboratorium," terangnya.
Purnomo Suharso slaku promotor dari Silvia dalam upacara promosi tersebut mengatakan bahwa penelitian Silvia sangat berguna di dunia kesehatan. Dirinya berujar bahwa jika diterapkan di klinik, maka akan dapat diketahui tindakan tepat untuk mengatasi fertilitas pada pria. "Doktor Silvia menunjukkan pada kita bahwa ada hubungan yang kuat antara kegiatan dengan kesuburan pria," pungkasnya. (Q-1)