Penderita Kanker Keluhkan Penghapusan Beberapa Layanan BPJS

Sri Utami
26/7/2018 21:10
Penderita Kanker Keluhkan Penghapusan Beberapa Layanan BPJS
(ANTARA)

SALAH seorang penderita kanker yang juga peserta BPJS Siswantini Suryandari mengungkapkan, keberatannya terhadap penghapusan tanggungan beberapa layanan kesehatan. Dari berbagai tahapan pengobatan yang harus dijalaninya mayoritas berbiaya mahal.

"Penghapusan beberapa layanan kesehatan sudah lama. Kalau di onkologi sudah banyak dilakukan. Misalnya bone scan tadinya ditanggung BPJS, sekarang tidak dan untuk cek darah lengkap sekarang tidak bisa. Ada sebagian dibayar pasien," terangnya.

Menurutnya kebijakan yang meresahkan ini sudah diketahuinya sejak lama. Sejak saat itulah dia merinci berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk satu jenis layanan kesehatan yang harus dijalaninya.

"Kalau untuk bone scan sekitar Rp1.4 juta. Tapi aku pakai asuransi kantor dan untuk cek full blood juga pakai asuransi kantor," imbuhnya.

Siswantini juga mengatakan untuk ssekalli konsultasi ke dokter tidak lagi seperti dulu yang bisa memeriksa darah sekaligus menebus obat.

"Dulu bisa. Sejak 2018 pilih salah satu. Obat pake BPJS cek darah pake asuransi kantor (ditanggung pasien)," ungkapnya.

Meski pelayanan kesehatan lainnya masih ditanggung BPJS yakni kemoterapi, operasi dan radioterapi

namun menghilangkan beberapa tanggungan layanan kesehatan lainnya tetap memberatkan apalagi penyakit serius seperti kanker.

"Memberatkan kalau pas dapat yang mahalnya. Satu kali kemoterapi Rp16-22 juta, satu paket radioterapi saat ini Rp70 juta untuk 30 kali tindakan.," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya