ANGGOTA Komisi I DPR Sukamta menyatakan Indonesia siap membantu evakuasi dan recovery bencana di Nepal. Hal ini adalah bentuk solidaritas antarnegara Asia-Afrika. “Solidaritas antar negara Asia-Afrika menjadi seolah tidak ada artinya jika Indonesia tidak mengirim bantuan. Indonesia Insyaa Allah siap membantu evakuasi bencana di Nepal," ujarnya, Rabu (29/4).
Hal ini, kata dia, menjadi komitmen bangsa Indonesia untuk saling bantu dengan negara lain dalam konteks hubungan luar negeri dankemanusiaan. Dan sebaiknya, bantuan yang diberikan sebaiknya tidak hanya soal evaukasi bencana saja, tapi juga recovery pasca bencana.
Rencananya, sambung dia, tim pertama akan diberangkatkan hari ini. Tim kesehatan yang akan bergabung pada tahap pertama 29 April terdiri dari satu orang dokter umum, 3 dokter ahli ortopedi, 2 dokter ahli anestesi, 1 doker ahli bedah umum, 6 perawat dan 2 apoteker.
Selain itu, misi yang digawangi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), seperti Muhammadiyah dan PKPU juga akan menyiapkan rumah sakit lapangan mini dengan fasilitas bedah.
Karena itu, BNPB dan Kementerian Kesehatan akan membawa sejumlah perlengkapan seperti tenda komando, tenda pengungsi, tenda rumah sakit, obat-obatan anastesi dan ortopedi, serta body bags. Personel Tim Kesehatan adalah gabungan BNPB dan LSM (PKPU dan Muhammadiyah). PMI akan ikut sertakan dokter, obat-obatan dan keperluan sanitasi.
"Pemberangkatan tahap pertama direncanakan pukul 16 sore hari ini dari Halim Perdana Kusumah. Barang akan loading sebelum pukul 12 siang," terangnya. Sedangkan, untuk tim-tim yang akan diberangkatkan pada tahap selanjutnya kata dia diharapkan juga menyentuh soal recovery pasca bencana.
"Karena biasanya bantuan-bantuan yang ada fokus kepada evakuasi bencana, sedangkan recovery pasca bencana agak lupa meskipun ada, padahal ini juga sangat penting. Semoga semua berjalan lancar dan Indonesia bisa berkontribusi bagi misi kemanusiaan di Nepal," pungkasnya.(Q-1)