170 Juta Hektare Hutan Bisa Hilang pada 2030

Richaldo Y Hariandja
28/4/2015 00:00
170 Juta Hektare Hutan Bisa Hilang pada 2030
(MI/Syahrul Karim)
WORLD Wide Fund for Nature (WWF) menyatakan lebih dari 170 juta hektare hutan bisa hilang pada kurun waktu 2010-2030. Kehilangan hutan itu antara lain terjadi di tiga wilayah di Indonesia yakni Sumatera, Kalimantan, dan sebagian Papua.
Direktur Program Hutan WWF Internasional Rodney Taylor menyatakan pihaknya sedang mencari cara untuk dapat menangani risiko tersebut dan berusaha menyelamatkan masyarakat yang hidupnya bergantung dari hutan. ''Kami juga akan mencari cara untuk memastikan karbon tetap tersimpan di hutan, dan hutan tetap menyediakan air dan kayu untuk tempat hidup bagi berjuta spesies,'' ujar Rodney melalui rilis yang diterima, Selasa (28/4).

Ia menjelaskan ancaman hutan datang dari berbagai sumber, terutama sektor perusahaan atau industri. Karena itu, dibutuhkan solusi yang mempertimbangkan seluruh bentang alam secara komprehensif. Ia menerangkan untuk wilayah Sumatera saja, saat ini telah kehilangan lebih dari setengah hutan alam kerena perkebunan untuk produksi kertas dan minyak sawit. Adpaun hutan yang tersisa sudah terfragmentasi.

Untuk wilayah Kalimantan, tutupan hutan termasuk Malaysia dan Brunei, kemungkinan hanya tersisa kurang dari seperempat luasan aslinya pada 2020 mendatang. Adapun di kawasan di Papua akan terancam kehilangan hingga tujuh juta hektare hutan antara 2010 dan 2030. ''Karena itu, moratorium izin konservasi baru yang akan dikeluarkan pemerintah pada Mei mendatang merupakan kesempatan untuk mengkaji lagi langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menghentikan deforestasi dan mengembangkan ekonomi lebih hijau dan inklusif,'' pungkas Taylor. (Ric/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya