NSLIC Tinjau Perkembangan Kerja Sama Bantuan RIF di 6 Daerah Indonesia

Micom
24/7/2018 20:55
NSLIC Tinjau Perkembangan Kerja Sama Bantuan RIF di 6 Daerah Indonesia
(Ist)

PADA Februari 2015 lalu, Pemerintah Kanada dan Pemerintah Indonesia meluncurkan Proyek National Support for Local Investment Climates (NSLIC)/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSELRED) senilai CDN$18 juta.

Proyek yang didanai oleh Pemerintah Kanada ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Bappenas dan dilaksanakan oleh CowaterSogema International. NSLIC/NSELRED menyediakan pengembangan kapasitas untuk meningkatkan iklim investasi daerah dan pengembangan ekonomi lokal di kabupaten/kota terpilih di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

Direktur NSLIC/NSELRED - CowaterSogema International Incorporated, Rino Sa’danoer, mengungkapkan, proyek NSLIC juga mendukung inovasi di 18 provinsi melalui skema dana RIF yang diberikan kepada 6 daerah setiap tahun selama 3 tahun, dengan tujuan memperkuat kementerian/lembaga nasional untuk mendukung pengembangan ekonomi regional dan lokal yang berkelanjutan, responsif gender, dan ramah lingkungan.

“Proyek RIF dirancang untuk meningkatkan iklim usaha, mendorong investasi, dan mengembangkan ekonomi yang inovatif dengan menggunakan alat, instrumen, dan dukungan teknis yang tepat.  Berdasarkan konsultasi yang mendalam dengan para stakeholder di tingkat nasional dan lokal, daerah-daerah RIF yang terpilih diharapkan untuk menyediakan solusi inovatif dalam bidang perbaikan kebijakan, keterlibatan dengan pihak swasta dan publik, termasuk perusahanaan-perusahaan finansial dan teknologi untuk memfasilitasi pengembangan ekonomi dan pertumbuhan investasi di kabupaten/kota terpilih," ungkap Rino saat pertemuan kuartal pertama untuk meninjau perkembangan dari proyek tersebut di Bali, Selasa (24/7).

Rino juga menambahkan bahwa tujuan RIF tersebut ialah untuk memperkuat dukungan nasional yang terkoordinasi untuk pengembangan ekonomi lokal yang inovatif dan bisa berbentuk pengembangan proses yang lebih efisien, metode baru dari penyampaian layanan, berbagi sumber daya dengan kabupaten lainnya, atau penggunaan alat dan teknologi untuk membantu mengatasi jarak dan hambatan lain.

“Dana inovasi RIF menyediakan dukungan teknis kepada 18 Kawasan Prioritas Perdesaan Nasional (KPPN) yang terpilih dari 39 wilayah yang merupakan target nasional untuk pusat pertumbuhan baru untuk peningkatan keterkaitan kota-desa sesuai RPJMN 2015-2019," tambah Rino. 

Adapun 6 penerima dana inovasi RIF tahap pertama ialah Banyuwangi, Pinrang, Maluku Tengah, Kubu Raya, Lombok Timur, dan Tabanan yang dipilih melalui proses yang partisipatoris dan transparan yang melibatkan perwakilan dari Bappenas, Global Affairs Canada, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Kementerian Desa.

“Enam daerah tersebut akan mempresentasikan perkembangan mereka, mengevaluasi dan review pencapaian, berbagi tantangan dan pembelajaran, dan menyiapkan feedback mengenai bagaimana lebih jauh memperbaiki strategi dan menjamin dukungan dari kementerian dan lembaga nasional yang terkait," tandas Rino.

Sementara itu, Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Peter MacArthur, menyatakan bahwa proyek NSLIC sangat sejalan dengan International Assistance Policy Kanada yang berfokus pada membantu kaum miskin, lemah dan terpinggirkan termasuk memajukan pemberdayaan ekonomi perempuan dalam pembangunan ekonomi lokal dan regional.

“Dengan adanya proyek ini, saya berharap bisa membantu beberapa daerah di Indonesia, supaya lebih maju baik dari sektor ekonomi, sumber daya manusia, pertanian, pariwisata, perikanan, maupun yang lainnya," kata Peter. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya