Kenali Leukemia, Terapi Sedini Mungkin

Indriyani Astuti
25/7/2018 07:50
Kenali Leukemia, Terapi Sedini Mungkin
(MI/Seno)

SHAKIRA Aurum, putri semata wayang penyanyi Denada Tambunan, tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura. Ia didiagnosis mengidap leukemia alias kanker darah. Sudah hampir dua bulan pengobatan dilakukan dan masih terus berlanjut. Denada pun terus mendampingi sang putri.

Dalam pemberitaan di sejumlah media, Denada mengungkapkan dirinya mencurigai ada yang tak beres dengan Shakira selepas liburan beberapa waktu lalu. Ia melihat ada lebam di tubuh Shakira. Anak itu juga mengalami demam tinggi. Setelah melalui sejumlah pemeriksaan dokter, dipastikan Shakira mengidap leukemia.

Dari pengalamannya, Denada mengingatkan para orangtua, khususnya ibu, jika curiga dengan kesehatan anak, segeralah membawanya ke dokter.

Menurut pakar kanker anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr Edi Setiawan Tehuheru SpA(K), leukemia merupakan jenis kanker yang paling banyak terjadi pada anak.

Leukemia, terangnya, merupakan kanker yang menyerang sumsum tulang tempat sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit diproduksi. Akibatnya, fungsi sumsum tulang terganggu sehingga seluruh produksi sel darah mengalami hambatan. "Kadar sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit menjadi rendah," ujarnya di Jakarta, pekan lalu.

Ketika kadar sel darah merah rendah, anak-anak akan terlihat pucat. Selain itu, anak sering mengalami demam karena kadar sel darah putih yang berperan menjaga daya tahan tubuh menurun. Lalu, mereka mudah mengalami perdarahan di kulit (terlihat sebagai lebam), di gusi, atau mimisan akibat rendahnya kadar trombosit.

"Itulah gejala-gejala leukemia pada anak. Bila dijumpai tiga gejala itu, atau paling tidak dua di antaranya, dapat dicurigai anak terkena leukemia," kata Edi.

Selain gejala-gejala itu, tambah Edi, dapat juga dijumpai gejala lain akibat penyebaran sel-sel kanker ke organ lain dalam tubuh. Ia mencontohkan anak mengalami kejang, pembengkakan gusi, nyeri perut, perut terlihat membesar, atau testis membesar dan keras. Jika menemukan gejala tersebut, orangtua sebaiknya lekas membawa anak ke dokter untuk memastikan diagnosis.

Untuk memastikan diagnosis pada anak yang dicurigai leukemia, lanjut Edi, dokter akan mengambil sampel sumsum tulang dan cairan dari tulang belakang. Bila benar anak terkena leukemia, akan terlihat sel darah putih jahat (sel kanker) mendominasi sumsum tulang tersebut. "Pengambilan cairan dari punggung bertujuan mengetahui apakah sel kanker telah menyebar sampai ke otak."

Dia menuturkan, orangtua tidak perlu khawatir dengan prosedur itu. Prosesnya hampir sama dengan pengambilan darah. Perbedaannya hanya pada lokasi dan jarum khusus yang digunakan.

Hingga saat ini, penyebab leukemia pada anak belum diketahui secara pasti. Diduga kuat, munculnya kanker itu akibat interaksi dari sejumlah faktor, seperti genetik, zat kimia, virus, dan radiasi. "Semakin cepat kanker ditemukan pada kondisi dini dan diobati, semakin besar kemungkinan anak untuk dapat sembuh."

 

Terapi dua tahun

Terkait dengan pengobatan, dokter spesialis anak dari Divisi Hematologi Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta (FKUI/RSCM), dr Endang Widiastuti SpA(K), menjelaskan terapi untuk leukemia dilakukan dengan kemoterapi. Pasien tidak membutuhkan radiasi atau pembedahan karena kankernya terjadi dalam darah.

Obat-obatan kemoterapi, lanjutnya, diberikan kepada pasien leukemia dengan diminum dan disuntikkan langsung ke pembuluh darah. Periode terapinya bisa berlangsung hingga dua tahun. "Setelah enam bulan hingga satu tahun menjalani pengobatan, anak dapat beraktivitas biasa seperti anak normal. Pengobatan diteruskan hingga dua tahun agar sel-sel leukemia tidak mudah kembali lagi," terang Endang.

Setelah menjalani pengobatan, pasien dianjurkan untuk menjalani evaluasi secara berkala. Bila selama lima tahun tidak dijumpai sel-sel leukemia, sangat mungkin pasien sudah tidak akan kambuh lagi.

Endang menambahkan, orangtua berperan besar dalam kesembuhan anak. Orangtua sebaiknya mengenali gejala leukemia pada anak. Di samping itu, orangtua harus senantiasa mendukung anak selama pengobatan dan mengikuti anjuran dokter.

"Jangan putus asa apabila anak didiagnosis leukemia. Leukemia bisa disembuhkan kalau ditemukan sejak dini."

Endang menjelaskan, angka kesintasan hingga lima tahun anak dengan leukemia bisa mencapai 70% hingga 80%. Namun, angka kesintasan anak yang terkena leukemia dengan risiko tinggi lebih rendah, yakni 30%-40%.

"Karena belum ditemukan secara pasti penyebab dari kanker ini, orangtua sebaiknya mengajarkan anak pola hidup sehat. Misalnya makan makanan tanpa zat pengawet atau pewarna berlebihan, lebih baik masak sendiri," imbau Endang.  (H-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya