Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang tengah dilaksanakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus digalakkan. Hingga akhir 2017, sebanyak 64.900 sekolah telah mengimplementasikan program ini. Sedangkan untuk 2018 ditargetkan mencapai 128.342 sekolah.
Pada dialog tentang 'Praktik Baik Implementasi PPK' yang digelar Pusat Analisis dan Sinkronisasi (Paska) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta, Senin (23/7), menghadirkan kepala sekolah jenjang SD dan SMP yang telah melaksanakan PPK di antaranya terungkap penyemaian sikap toleransi sesama siswa di sekolah berjalan cukup baik.
"Kami serius membudayakan PPK ini dibuktikan dengan keterlibatan pimpinan daerah kami di Medan, turut mendukung program ini bahkan membantu menerbitkan buku karya kepala sekolah tentang PPK. Di sekolah kami penanaman nilai nasionalis, religius, gotong royong,kemandirian, dan integritas dijalankan dalam enam hari sekolah. Khusus tentang toleransi siswa dalam beragama pada Jumat kita laksanakan Jumat religi yang mana semua siswa beragama menjalankan ibadahnya," papar Kepala SMPN 38 Medan, Sumatra Utara, Rohanim, pada dialog tersebut.
Senada, Kepala SDN Ungaran 1 Yogyakarta, Dwi Atmi, mengatakan, memupuk toleransi sejak dini melalui PPK dijalankan karena para siswanya terdiri atas lima agama.
Ia mencontohkan saat salat Jumat siswa nonmuslim turut membantu merapikan sandal dan tikar. Begitu pun saat perayaan agama Hindu siswa non-Hindu turut membantu.
"Manakala siswa kami ada yang sakit semua siswa tanpa memandang agamanya juga turut menjenguk temannnya yang sakit," ujar Dwi.
Bagi Khoirul Anam, Kepala SMPN 1 Lamongan, Jawa Timur, yang mayoritas siswanya kalangan keluarga santri, sikap toleransi sesama sudah menjadi hal terbiasa. Kendati siswanya 90% muslim dan sisanya nonmuslim para siswa sangat menjaga toleransi beragama satu sama lain.
"Tidak ada intoleransi di sekolah kami yang mayoritas muslim kepada nonmuslim yang minoritas," cetusnya.
Pada kesempatan sama, Staf Ahli Mendikbud Bidang Pendidikan Karakter, Arie Budiman, menjelaskan, penyemaian sikap-sikap toleransi tidak hanya pada nilai religius dalam PPK, juga pada nilai nasionalisme kebangsaan atau cinta Tanah Air yang mana setiap sekolah harus menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang berlandaskan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika terdiri dari banyak suku, agama, budaya dalam bingkai NKRI.
"Kita dorong melalui PPK agar kita saling menghormati, bertoleransi satu sama lain sesama anak bangsa," tegas Arie.
Dikatakan, peran kepala sekolah sebagai manajer berperan strategis melaksanakan PPK untuk menyinergikan Tripusat Pendidikan yakni antara sekolah, orangtua, dan masyarakat.
Menurut Arie, pemerintah melalui Kemendikbud akan terus melakukan pengimbasan pelaksanaan PPK ke seluruh sekolah secara bertahap hingga tuntas pada 2019. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved