Velove Vexia Terlibat Komunitas Tunarungu

Sri Utami
25/7/2018 03:00
Velove Vexia Terlibat Komunitas Tunarungu
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

AKTRIS film dan sinetron, Velove Vexia, 28, terlibat dalam kegiatan komunitas tunarungu. Dia membantu komunitas tunarungu untuk dapat bisa mengaplikasikan teknik make up. Baginya, dengan pelatihan itu, dia bisa membantu menciptakan kesempatan yang sama pada semua orang meskipun terdapat kekurangan.

"Ini kesempatan saya untuk melakukan hal baru, positif, dan kita tidak meninggalkan kawan-kawan dengan keterbatasan untuk mereka masih bisa bergabung dengan komunitas perempuan yang mencintai make-up. Juga membuka peluang kepada mereka untuk bisa berkecimpung di dunia make-up artist," ujar anak pasangan Otto Cornelis Kaligis dan Alfa Lolita itu.

Ketika dijumpai pada saat acara Loreal Diversity and Inclusion, Selasa (24/7) di Jakarta Selatan, aktris yang gemar membaca itu mengungkapkan penciptaan 10 kosaisyarat (perbendaharaan isyarat) make up untuk komunitas tuli berarti mengajak dan membagi semangat untuk tidak membedakan perempuan dengan segala keterbatasannya. Dengan demikian, di kemudian hari tidak ada lagi diskriminasi serta peluang kerja dan kesempatan untuk memunculkan potensi diri menjadi lebih terbuka.

"Make it happen, kita mau kasih semangat. Dengan keterbatasan apa pun, jangan merasa tidak percaya diri. Memang untuk mereka, misalnya, bekerja di kantor sedikit lebih susah. Tapi dengan make-up, mereka bisa menggunakan talent mereka untuk bekerja," ungkapnya.
Saat ini, sambungnya, kesempatan berkecimpung di dunia kecantikan cukup terbuka untuk komunitas tuli. Namun, hal tersebut harus ditunjang dengan kemampuan mengaplikasikan teknik rias. "Seperti menjadi make-up artist. Talent mereka bisa digunakan dan memperagakan kosaisyarat tadi juga mudah," imbuhnya.

Dia menuturkan diskriminasi membuat perempuan dengan keterbatasan lebih berdampak negatif. Tingkat kepercayaan diri mereka pun menurun. Velove meminta masyarakat untuk peduli dan tidak segan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan, termasuk membagi semangat percaya diri.

"Kalau perempuan cenderung lebih menerima keadaan di masyarakat dan rasa percaya dirinya itu lebih kecil jika dibandingkan dengan pria dan juga untuk masyarakat untuk lebih peduli bahwa ada, lo, kawan kita yang selama ini kurang diajak. Ayo ajak untuk partisipasi," tambahnya.

Membaca
Pada saat yang sama, perempuan berdarah Minahasa-Jawa itu juga bercerita tentang buku bacaan. Dia mengaku memilih buku bacaan sesuai dengan ketertarikan, termasuk saat dia menemukan sesuatu yang menarik untuk didalami. "Saya tidak pilih-pilih buku sesuai dengan ketertarikan saja. Saya sukanya buku nonfiksi. Kalau buku cerita remaja atau fiksi, saya lebih pilih nonton filmnya. Kalau nonfiksi, saya pilih baca bukunya," jelasnya.

Dalam aktivitasnya tidak jarang Velove bertemu dengan orang yang memiliki kegemaran yang sama, yakni membaca. Selain bisa berbagi buku bacaan, dirinya juga terpacu untuk menulis dan menjadikannya buku serta dapat diakses banyak orang. "Saya kalau ketemu orang yang suka baca, sering berbagi cerita tentang buku apa yang sedang dibaca," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, selain sibuk dengan aktivitas berkesenian dan terlibat dengan proyek sosial, dia sedang berproses untuk menerbitkan buku yang dia tulis sendiri. "Iya saya mau buat buku, sekarang sedang proses. Tapi masih rahasia. Jadi, doakan saja," tandasnya. (H-5)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya