SEKJEN Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memerintahkan serangan udara ke Yugoslavia setelah Presiden Slobodan Milosevic menolak perjanjian perdamaian Kosovo. Perintah itu dikeluarkan setelah 10 bulan NATO membujuk dan mengancam Beograd.
''Saya baru saja memberi perintah kepada Panglima Tertinggi NATO di Eropa, Jenderal Wesley Clarck (asal Amerika Serikat), untuk memulai operasi (serangan) udara terhadap Republik Federal Yugoslavia,'' kata Sekjen NATO Javier Solana di markas besar NATO di Brussels.
Perintah yang telah disepakati 19 anggota NATO itu dikeluarkan setelah utusan khusus Amerika Serikat Richard Holbrooke gagal meyakinkan Presiden Milosevic agar menandatangani perjanjian untuk mengakhiri konflik bersenjata di Kosovo sejak Februari 1999.