Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREKONOMIAN Tiongkok saat ini ada dalam transisi dari pertumbuhan sangat cepat ke tahap pengembangan lebih berkualitas (hight-quality) dan berupaya memenangi peperangan melawan kemiskinan.
“Kami harus menempatkan kualitas lebih dulu dan memprioritaskan performance,” ujar Prof Gao Jianlong, direktur Xinjiang Academy of Social Sciences, di Xinjiang, pada hari kedua workshop Sabuk Jalur Sutra Ekonomi Tiongkok, Minggu (22/7). Dia menambahkan pemerintah juga mendesak perkembangkan pertanian dan industri tingkat tinggi.
Dalam acara yang diikuti 23 pimpinan media dari 19 negara itu, Jianlong membahas pembangunan Sabuk Jalur Sutra Ekonomi versus strategi pengembangan ekonomi daerah otonomi Xinjiang.
Khusus dibahas dalam hal mengurangi angka kemiskinan, tambah Jianlong, pemerintah Tiongkok juga memperbaiki 368 ribu rumah gubuk penduduk. Selain itu, 300 ribu rumah layak huni dibangun di perdesaan di Xinjiang.
Jianlong juga mengatakan pemerintah Tiongkok bekerja sebaik-baiknya untuk memenangi peperangan melawan kemiskinan di 2020 dan menjamin 1,897 juta penduduk serta 28 kabupaten. “Fokus kerja kami di 22 kabupaten, 1.962 desa, dan 1, 6, 273 juta penduduk yang masih berada dan kemiskinan ekstrem,” ujarnya lagi
Lebih lanjut, ia menjelaskan, pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan juga dilakukan. Saat ini 15 tahun pendidikan populer ada di empat prefektur di Xinjiang.
Di bidang kesehatan, pemerintah Xinjiang juga memperbarui rumah-rumah sakit dengan sistem pelayanan lima level, yakni pencegahan, pengobatan, imunisasi untuk mencegah penyakit menular, dan endemis, serta pewujudan terkoneksinya pengobatan di seluruh provinsi. “Pada intinya kami mempercepat pembangunan di Xinjiang sebagai zona inti kaki Tiongkok di Sabuk Jalur Sutra Ekonomi, terutama perhatian khusus pada Kashgar dan Horgos,” ujarnya.
Selain itu, pembicara Ma Yingsheng, Wakil Direktur Departemen Budaya daerah otonomi Xinjiang Uygur, turut hadir.
Yingsheng membahas practices of and relates foreign cultural exchange on the intangible cultural heritage protection system in Xinjiang. Seusai mengikuti kelas, pimpinan media mengunjungi museum dan International Bazaar Xinjiang. (Ros/H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved