Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANAK Indonesia ialah anak yang genius (gesit, empati, berani, unggul, dan sehat), yang diharapkan menjadi bagian dari masa depan bangsa. Karenanya anak Indonesia harus terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang menyangkut anak-anak, seperti tampak dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kemarin.
Ribuan anak terlihat bergembira dan bersemangat mengikuti puncak peringatan HAN dengan berbagai aktivitas dalam arena bermain dan belajar yang telah disiapkan. Bahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Yohana Yembise yang didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo larut dalam kegembiraan merayakan HAN bersama anak-anak perwakilan dari seluruh Indonesia.
“Kita harus mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. HAN merupakan hari yang sepenuhnya menjadi milik anak Indonesia sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri dalam berbagai kegiatan positif. Itulah sebabnya, pada peringatan HAN 2018, Anak-anak tidak hanya menjadi peserta, tetapi sekaligus menjadi pelaku utama kegiatan ini. Kita patut mengapresiasi keberanian, semangat, dan partisipasi mereka,” tambah Menteri Yohana.
Di Padang, Sumatra Barat, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) lebih fokus memberikan advokasi sebagai jalan pencegahan terjadinya pernikahan usia anak. Denga bertempat di Taman Melati, Kota Padang, kemarin, LP2M mengundang sejumlah komunitas remaja, komunitas perempuan, hingga instansi terkait untuk mengampanyekan gerakan bertema Hentikan pernikahan usia anak.
Menurut Koordinator Program Advokasi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi LP2M, Sri Ambarwati, tema Akhiri usia pernikahan anak sengaja dipilih karena masalah pernikahan di bawah umur masih banyak. Berdasarkan LP2M, pernikahan usia anak menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Di Klaten, sebanyak 1.800 anak mulai tingkat PAUD hingga SMA mengikuti peringatan yang sama yang digenapi dengan berbagai kegiatan lomba, antara lain tari, mewarnai gambar, dan pidato bahasa Jawa. Kehadiran Bupati Klaten Sri Mulyani, yang langsung bergabung dengan anak-anak, membuat acara peringatan HAN tambah meriah. Dia juga mengingatkan penghargaan sebagai kabupaten layak anak yang telah diterima kabupaten itu pada 2012, 2013, dan 2015 jangan membuat mereka terlena. “Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan untuk mewujudkan kabupaten layak anak,” ujarnya.
Peran orangtua
Masih dalam rangka Hari Anak Nasional Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo dalam keterangan yang diterima Media Indonesia di Jakarta, kemarin, mengingatkan besarnya peran orangtua, terutama ibu, dalam proses tumbuh kembang anak.
“Masa depan anak kita bergantung pada bagaimana ayah dan ibu bertanggung jawab menjalankan perannya secara signifikan.” (Ths/YH/JS/H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved