Sekolah Mangrove, Tongkat Estafet Penjaga Lingkungan Pesisir Indramayu

.(Mut/S1-25)
23/7/2018 08:00
Sekolah Mangrove, Tongkat Estafet Penjaga Lingkungan Pesisir Indramayu
(DOK PERTAMINA)

PERTAMINA Refinery Unit (RU) VI Balongan melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) bidang lingkungan telah berhasil mengubah wajah pesisir pantai Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, menjadi kawasan ekowisata mangrove. RU VI Balongan merupakan salah satu kilang Pertamina, yang memproduksi BBM khususnya untuk kebutuhan Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Kegiatan itu dilakukan bersama dengan masyarakat, khususnya Kelompok Pantai Lestari, dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Tujuannya, selain untuk mencegah abrasi juga sekaligus melestarikan ekosistem pantai. Seiring waktu, dengan banyaknya masyarakat yang berkunjung, kawasan ini pun berkembang menjadi kawasan ekowisata.

Hal tersebut sebagai salah satu bukti bahwa Pertamina RU VI Balongan berkomitmen lebih untuk memperluas implikasi dengan mempunyai multiplier effect dalam mendorong peningkatan perekonomian di Kabupaten Indramayu, tidak hanya melalui operasional bisnisnya. Tak hanya di bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, di bidang pendidikan, Pertamina RU VI Balongan menginisiasi terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan tematik mangrove.

Dengan hadirnya sekolah tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat khususnya generasi penerus bangsa ini, mengenai manfaat mangrove. Pada 2017, Pertamina bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu mendorong pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup (PLH) tematik mangrove di 11 sekolah dasar (SD) di tiga kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Pada 2018, jumlah sekolah yang menerapkan PLH tematik mangrove makin meningkat dan tersebar di sebagian besar wilayah Indramayu. Mengingat Indramayu merupakan kabupaten dengan garis pantai yang cukup panjang, PLH tematik mangrove mestinya akan menjadi kebanggaan dan ciri khas masyarakat Kabupaten Indramayu.

Program itu pun diharapkan mampu menjadi tongkat estafet penjaga lingkungan pantai Indramayu. Kepala Dinas Pendidikan Indramayu M Ali Hasan berharap hasil kerja sama dengan Pertamina RU VI berupa penguatan pendidikan karakter yang diimplementasikan dalam kegiatan ekstrakurikuler itu dapat bermanfaat bagi para siswa di Indramayu.

“Kelak kemudian siswa dapat memanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan dirinya, masyarakat sekitar, maupun kepentingan daerah,” ujarnya. Senada, Bambang Sugiharto, guru SDN Unggulan Indramayu, menyatakan kurikulum tematik mangrove yang telah dijalankan sangat bermanfaat bagi sekolah.

Utamanya menjadikan anak-anak lebih gembira dan ceria karena belajar langsung di alam atau keluar dari kebiasaan yang selama ini hanya belajar di kelas.

“Jadi mereka yang dulunya kurang peduli terhadap lingkungan, kini mulai peduli terhadap lingkungannya.” Bahkan, menurutnya, kegiatan itu tak sekadar mengajarkan peduli lingkungan, tetapi juga mulai memperkenalkan produk olahan mangrove sebagai bahan makanan dan kesehatan sehingga mereka dapat memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dua kegiatan besar
Pengembangan sekolah mangrove dari Pertamina RU VI Balongan memiliki fokus utama penyempurnaan program tahun sebelumnya dengan level meningkat menjadi muatan lokal PLH tematik mangrove (SK Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu). Penyempurnaan tersebut meliputi dua kegiatan utama, yaitu penyusunan buku referensi tambahan berupa buku panduan guru, buku kurikulum muatan lokal, serta buku lembar kerja siswa untuk kelas 4, 5, dan 6. Penyempurnaan bahan ajar dipersiapkan guna meningkatkan level PLH tematik mangrove menjadi muatan lokal di Kabupaten Indramayu yang menjadi kekhasan daerah (SK bupati).

Kemudian penyempurnaan inisiasi Aku Sobat Mangrove. Selain bersinergi dengan pemerintah, Badan Litbang dan Inovasi Kementerian  LHK juga akan melibatkan mitra binaan CSR lainnya, yaitu safetyman (FOKSI), Kelompok Pantai Lestari, serta pekerja Pertamina RU VI Balongan (employee volunteerism). Pada tahun ini juga dilakukan replikasi sekolah mangrove yang meliputi dua kegiatan besar.

Pertama, bimbingan teknis pendidikan lingkungan hidup tematik mangrove yang dilaksanakan pada 11 sekolah dasar di tiga kecamatan (sekolah mangrove existing) ditambah dengan 15 sekolah dasar replikasi yang terletak di ring 1 dan ring 2 pengembangan. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada 5-7 Juli 2018 (untuk guru) dan 9-11 Juli 2018 (kepala sekolah).

Harapannya, dengan 26 sekolah pelaksana tersebut nantinya akan memberikan imbas pada sekolah lain sehingga semakin banyak sekolah yang menerapkan PLH tematik mangrove.

Kegiatan kedua ialah pencetakan materi untuk sekolah replikasi (buku pedoman siswa, buku pedoman guru, buku kurikulum muatan lokal, serta LKS sebanyak 26 sekolah). Dengan pelaksanaan Program Sekolah Mangrove ini, diharapkan dapat mengingatkan anak-anak di Indramayu, untuk tidak hanya sekedar menanam dan memelihara, tetapi juga mencintai lingkungan pesisir.(Mut/S1-25)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya