Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADAPI percepatan globalisasi dan derasnya kemajuan teknologi era revolusi industri 4.0 kalangan Perguruan Tingi ( PT) harus terus berbenah diri guna mencetak lulusannya dan alumninya siap kerja di masyarakat.
Untuk itu, pemerintah melalui Kemenristek Dikti yang menggawangi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diminta mentargetkan lulusannya 25 persen menjadi entrepreneur atau wirausaha guna mencetak 5 juta entrepreneur baru.
"Perguruan tinggi se-Indonesia semestinya mampu mencetak entrepreneur baru sebanyak 250 ribu orang atau 25% dari total rata-rata wisudawan yang lulus setiap tahunnya secara nasional, " kata Wakil Rektor Presiden University Bidang Akademik Dwi Larso
usai acara wisuda ke-13 di Kampus President University Cikarang Bekasi, Sabtu ( 21/7).
Langkah ini, kata Dwi Larso, diperlukan mengingat angka lulusan perguruan tinggi yang menjadi entrepreneur atau wirausahawan sedangkan menciptakan bangsa maju diantaranya melahirkan entrepreneur.
Hemat dia, untuk menjadi bangsa yang maju dan makmur, Indonesia membutuhkan lebih dari 5 juta entrepreneur atau pengusaha sekitar 2% dari seluruh penduduknya.
Larso yang juga dosen ITB ini mengutarakan di tengah era Revolusi Industri 4.0 para pengusaha atau calon wirausahawan baru harus memahami esensi dari perkembangan bisnis saat ini yaitu bagaimana masyarakat dapat dimudahkan dengan kehadiran startup mereka tanpa harus mematikan model-model bisnis yang sudah ada sebelum era digital menjamur.
Selain itu, para wirausahawan pun harus memiliki karakter, pola pikir, dan sikap yang kuat dan lurus untuk menunjang bisnisnya agar mampu bertahan dan berkembang menjadi lebih besar lagi. “Kami tanamkan sikap kejujuran kepada para mahasiswa karena esensi manusia adalah sikap ini. Kemampuan dan kompetensi nomor dua. Mereka juga kami ajarkan bagaimana bersikap fleksibel meskipun sebagai karyawan agar pandai membaca peluang,” pungkas Dwi.
Rektor President University, Dr Jony Oktavian Haryanto mengutarakan sekitar 90 persen lulusannya mendapat pekerjaan kurang dari enam bulan pascawisuda. Bahkan diantara yang masih kuliah sudah dipekerjakan perusahaan atau menjadi startup.
"Wisuda. ke 13 ini kami mewisuda 979 mahasiswa S1 dan S2. Mereka ada yang sudah siap bekerja, menjadi startup dan melanjutkan kuliah, " ujar Jony.
Menurut Jony , President University merupakan PTS terbanyak menerima mahasiswa asing. Mereka tertarik mempelajari bidang entrepreneurship karena di sini mahasiswa langsung bersentuhan dengan dunia industri di kawasan Jababeka dan sekitarnya
Saat ini terdapat 350 mahasiswa asing dari 14 negara yang kuliah berasal dari Korea Selatan, Vietnam, China, Vietnam, Yaman, Afghanistan, USA, Timor Leste, Mongolia, Papua New Guinea.
Fenomena
Paulina Pane Staf Ahi Menristek Dikti Bidang Akademik mengatakan revolusi industri 4.0 memunculkan berbagai fenomena dan muatan yang memerlukan keterampilan, sikap dan pengetahuan berbeda dengan sebelumnya. Banyak jenis pekerjaan yang akan hilang karena proses otomasi dan digitalisasi akibat revolusi ini.
" Situasi ini akan banyak menciptakan jenis pekerjaan baru yang muncul yang sekarang belum bisa kita prediksi karena kecepatan perubahan yang eksponensial. Yang dapat kita lakukan adalah membekali mahasiswa kita dengan berbagai kecakapan agar mereka survive, dan mampu menjalankan fungsinya sebagai warga negara , dapat menjalankan profesinya secara baik, dan dapat terus belajar di era perubahan, " kataPaulina Pane menjawab Media Indonesia, belum lama ini.
Menurut Paulina, pembekalan dapat diberikan dalam bentuk materi umum berupa kemelekan melalui melek data, teknologi, dan humaniora, keterampilan kepemimpinan juga wirausaha atau entrepreneur.
Tidak kalah penting adalah pemupukan sikap yang utama di era 4.0 adalah ketangguhan, cerdas , jujur dan ke pedulian.
Ia mengingatkan semua perguruan tinggi diharapkan dapat menambah capaian pembelajaran untuk hal di atas tanpa harus menambah mata kuliah atau Sistem Kredit Semester ( SKS) tetapi mengintegrasikan semua ke dalam mata kuliah yang ada.
Adapun penyusunan kurikulum atau revisinya melibatkan bukan hanya dosen di PT tetapi juga kalangan industri, dan ahli bidang ilmu meliputi ilmuwan dalam negeri dan luar negeri. Dalam hal ini sangat penting program studi bermitra dengan industri dalam arti luas dan juga ahli bidang ilmunya.
Dia mengingatkan bahwa kurikulum juga berevolusi dari waktu ke waktu, terutama penambahan capaian pembelajaran.Maka diharapkan PT akan selalu melakukan review kurikulum dari waktu ke waktu sehingga revolusi industri 4.0 dapat diintegrasikan secara tepat waktu dan tepat konten.(RO)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved