Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MERUJUK dat Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan kombinasi Pusat Data Informasi dan Informasi (Pusdatin) Kemenkes menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional dimulai sejak usia 15 tahun. Di sisi lain, penanganan kesehatan jiwa di Indonesia masih minim terlayani oleh Rumah Sakit Jiwa milik pemerintah.begitupun tingkat provinsi banyak yang belum tersentuh.
“Data juga menunjukan gejala depresi dan kecemasan telah diidap orang Indonesia sejak usia 15 tahun dengan prosentase 6 persen atau 14 juta orang. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat seperti skizoprenia mencapai 400 ribu orang. Untuk itu, pelayanan pada kesehatan jiwa di tanah air mesti terus ditingkatkan,”kata Wakil Rektor Universitas Paramadina, Fatchiah Kertamuda pada Diskusi Publik Kesehatan Jiwa bertajuk From History to the future of Mental Health Care in Indonesia, “di kampus Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis ( 19/7). Acara yang digelar Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina dan Badan Kesehatan Jiwa (Bakeswa) ini menghadirkan pembicara utama dari Harvard Medical School, Prof Byron J Good dan Dr Hans Pols peneliti dari |Sydney University.
Fatchiah menegaskan persoalan kesehatan jiwa perlu diperhatikan karena menyangkut persoalan langsung yang bersentuhan dengan masyarakat. Isu kesehatan jiwa jangan sampai tenggelam oleh isu pembangunan lainnya yang sedang digalakkan pemerintah. Untuk itu, pihaknya mengajak berbagai kalangan akademisi, guru, organisasi masyarakat dan media massa untuk bersinergi peduli pada isu kesehatan jiwa.
Abdullah Antaria, Staf Direktorat Pencegahan dan |Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Nafza Kemenkes Abdullah mengutarakan guna meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa pemerintah telah menargetkan berdiri 250 Puskesmas yang memberikan pelayanan paripurna termasuk untuk pelayanan kesehatan jiwa. “Saat ini ada 10 ribu Puskesmas yang ada melayani secara umum pelayanan kesehatan masyarakat di tanah air,”ungkapnya. .
Dia sepakat bahwa cita cita pembangunan Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Menurut Abdullah pemicu ganggua. kesehatan jiwa berbeda beda di kalangan kota di metropolitan dan wilayah lainnya. Namun secara umum menurut dia gangguan mental bisa terjadi akibat masalah rumah tangga, masalah pekerjaan, dan masalah lainnya. “Di Jakarta saja masalah kemacetan juga kan turut memicu stress pada masyarakat kita, “cetusnya.
Ketua Dewan Pakar Bakeswa Nova Riyanti Yusuf mengingatkan diskusi publik ini diharapkan memberi masukan bagi pemerintah untuk dapat lebih memperhatikan masalah kesehatan jiwa. Dia mencontohkan belum terbitnya aturan pelaksana Undang Undang No.18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa (Keswa) menjadi salah satu penyebab masih rendahnya kepedulian terhadap isu kesehatan jiwa masyarakat Indonesia. “Bakeswa Indonesia akan terus konsisten bersama pihak terkait memberikan pendampingan tindak lanjut penyusunan peraturan perundangan turunan UU Keswa ini,”tegas Nova yang pernah menjadi anggota Komisi IX DPR bidang kesehatan itu.
Sementara itu, Byron J Good mengutarakan harapannya agar pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia bersama Bakeswa ke depan dapat lebih baik. Pakar yang pernah meneliti masalah kesehatan jiwa di Aceh ini menyatakan pentingnya optimisme menyembuhkan mereka yang terkena masalah gangguan mental atau kesehatan jiwa. “Harus ada sistem pelayanan kesehatan yang membuat kita optimis bahwa mereka bisa sembuh dan kembali membaur bersama komunitas di masyarakat serta keluarga mereka, “ujar pria yang mempunyai tempat tinggal di Yogyakarta ini. Ia mengakui terjadi pesimisme di semua belahan dunia adanya ketidakpercayaan bahwa mereka yang bermasalah dalam kesehatan jiwa sulit tersembuhkan.
Hemat dia pelayanan kesehatan yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam bentuk pelayanan BPJS, Puskesmas, RS Umum Daerah juga sumber daya kesehatan yang dimiliki diharapkan dapat diintegrasikan secara baik menuju sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik dan dapat melayani pelayana kesehatan jiwa secara bersamaan. (RO)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved