SEBANYAK 62 tim dari 23 perguruan tinggi akan saling bersaing menjadi terbaik dalam ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) regional II 2015 yang digelar di kampus Universitas Budi Luhur (UBL), Jakarta, mulai Kamis (23/4) hingga Sabtu (25/4).
Ke-62 tim itu masing-masing terdiri dari 11 tim pada Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), 14 tim di kategori Kontes Robot Pemadam Api Berkaki (KRPAI), dan 23 tim untuk Kontes Robot Pemadam Api Beroda.
Kemudian, 5 tim untuk Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), dan 9 tim untuk Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI).
''Total ada 62 tim pendukung yang mengikuti lomba dengan 154 mahasiswa peserta 62 dosen pembimbing, dengan 10 dewan juri dari berbagai kampus yang diketuai oleh Ir. Wahidin Wahab MSc.Ph.D dari Ketua Control dan Robotic Universitas Indonesia,'' ujar Kepala Humas UBL yang juga Ketua Seksi Publikasi dan Dokumentasi KRI 2015 pada Regional II Linda Islami kepada Media Indonesia, di Jakarta, Jumat (24/4).
Untuk regional II yang mencakup perguruan tinggi wilayah Jawa Barat, Banten dan Jakarta itu antara lain diikuti UI, ITB, Universitas Negeri Jakarta, UBL, Universitas Pancasila, Universitas Mercu Buana (UMB), dan Universitas Muhammadiyah Prof Hamka.
Nantinya, menurut Linda, tim terbaik dari setiap wilayah, dengan total lima wilayah menjadi wakil untuk mengikuti kontes robot nasional 2015 di kota Yogyakarta.
Ketua Pengurus Yayasan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro MBA mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti sebagai kampus penyelenggara KRI regional II 2015 untuk wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
''Merupakan kebanggaan bagi kami mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan KRI Regional II. Biasanya, dari tahun ke tahun, kami hanya mengirim tim robotic ke kampus penyelengara, kini giliran kami menerima peserta KRI,'' jelas dia.
Menurut dia, kepercayaan itu tidak lepas dari prestasi tim Robotic UBL yang diwakili Fakultas Teknologi Informasi jurusan Sistem Komputer dan Fakultas Teknik jurusan Teknik Elektro yang seringkali berprestasi dan mendapat juara dalam ajang KRI regional dan sasional sejak 2004 sampai sekarang.
''Dengan gelaran ini juga, kami berharap bisa meningkatkan kreatifitas mahasiswa dan mengaplikasikan ilmu mereka pada dunia nyata. Juga untuk meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam pengembangan teknologi robotika dan membudayakan iklim kompetitif pada lingkungan perguruan tinggi,'' pungkas Pak Aang, begitu ia disapa. (H-2)