FRAKSI Partai Nasdem mengapresiasi penurunan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2015 yang baru saja ditetapkan Komisi VIII DPR bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menurut Fraksi Partai Nasdem, penurunan biaya haji itu merupakan bukti dan komitmen yang sungguh-sungguh dewan dalam menjalankan fungsinya.
''Kami bersidang secara alot siang dan malam dengan Kemenag agar biaya direct cost yang dibebankan kepada calon jemaah haji dikurangi, dan alhamdulillah semua pihak terketuk hatinya untuk memuliakan tamu-tamu Allah,'' kata anggota Panitia Kerja BPIH Komisi VIII DPR Choirul Muna di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/4).
Menurut Choirul, kesepakatan pengurangan BPIH melalui pembahasan yang alot. Pasalnya, DPR ingin memastikan pemerintah tidak main-main dalam mengelola uang jemaah haji.
''Kami ingin bersih dan clear dalam memperjuangkan kepentingan jemaah haji kita diiringi pelayanan yang baik,'' cetusnya. Ia menjelaskan pada proses pembahasan yang cukup alot, Selasa (21/4) malam hingga Rabu (21/4) dini hari di gedung dewan melalui proses lobi beberap kali.
''Keseriusan anggota Panja membahas BPIH ini terlihat ketika ada yang sempat menggebrak meja dan melempar kertas, ada juga yang meneteskan airmata. Namun semua itu kami lakukan demi kepentingan masyarakat yang lebih banyak,'' ujar Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hisan Magelang, Jawa Tengah, ini.
Choirul Muna juga mengingatkan penurunan BPIH harus tetap dilakukan peningkatan pelayanan yang lebih baik kepada jemaah haji Indonesia. Ia pun meminta Kemenag dapat melakukan perbaikan pelayanan gedung Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Madinah yang kurang terawat.
''Kami perihatin gedung BPHI di Madinah tidak terurus sebaiknya dimanfaatkan juga untuk melayani jemaah umrah,'' ujarnya.
Seperti diketahui penetapan biaya haji 1436H/2015 sebesar US$2.717 atau senilai Rp33,9 juta dengan asumsi nilai tukar US$1 sama dengan Rp12.500. Dengan begitu, BPIH tahun ini turun US$502 dari tahun sebelumnya US$3.219. Itu artinya dalam kurs rupiah hanya naik sebesar Rp163 ribu dibandingkan dengan tahun lalu karena dipengaruhi nilai tukar rupiah yang melemah terhadap mata uang dolar AS. (Bay/H-2)