KPAI : Luapan Ekspresi Siswa Pasca-UN Harus Berorientasi Masa Depan

Akmal Fauzi/Putri Anisa Yuliani
23/4/2015 00:00
KPAI : Luapan Ekspresi Siswa Pasca-UN Harus Berorientasi Masa Depan
(MI/Palce Amalo)
KOMISI Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai ekspresi yang diluapkan para siswa setelah selesai Ujian Nasional (UN) harusnya berorientasi pada masa depan, bukan dilakukan dengan hal negatif. Hal itu disampaikan untuk menanggapi undangan pesta bikini yang dilakukan di sejumlah sekolah.

"KPAI mengimbau agar siswa melakukan kegiatan, berekspresi, dan berkreasi itu harus bermuatan edukatif dan berorientasi bakat dan minat dia ke depan pascaujian nasional," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Susanto, hari ini.

Menurutnya, makna kelulusan bukan berarti siswa bisa bebas begitu saja melakukan kegiatan. Namun, para siswa yang telah lulus harus membuat strategi untuk masa depannya seperti melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi dan lain sebagainya.

"Tentu harus melihat langkah starategi untuk masa depannya. Bukan kegiatan pesta seperti itu," terangnya

Ia juga meminta kepada kepala sekolah dan dinas pendidikan agar mencegah siswa melakukan hal tersebut.

"Pesta hura-hura, pesta bikini, atau bentuk lain yang tidak sesuai denga asas kepantasan sosial dan etika pasca-UN hendaknya bisa dicegah oleh pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan," jelas Susanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta untuk memberi himbauan kepada hotel-hotel untuk menolak penyelenggaraan acara pesta bikini.

Arie menyatakan pihak orang tua pun harus turut mengawasi para siswa sebab kegiatan anak yang masih di bawah umur tidak menjadi tanggung jawab sekolah semata. Menurut Arie, peran aktif orang tua tetap menjadi pelindung dan pendidik utama bagi anak-anak.

"Saya akan bersurat ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menolak penyelenggaraan acara sejenis. Tapi kita juga tidak mungkin awasi semua murid kan. Berapa juta siswa kita? Makanya kita harap orang tua juga turut mengawasi," kata Arie di Balaikota, Kamis (23/4).

Koordinasi tidak hanya dilakukan dengan Disparbud, tetapi juga dengan Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Jakarta Utara. Arie telah menginstruksikan kepada Sudin Pendidikan Jakut untuk memeriksa sekolah-sekolah serta hotel tempat pesta bikini direncanakan berlangsung.

Dari laporan yang ia terima, pihak Sudin tidak menemukan sekolah-sekolah turut menyelenggarakan acara tersebut. Ia juga telah mengonfirmasi kepada pihak hotel dan diakui oleh manajemen hotel bahwa acara tersebut telah dibatalkan.

"Saya sudah terima laporan dari Sudin yang memeriksa sekolah satu-satu. Tidak ada sekolah terlibat. Kalau dari hotel bilangnya tidak ada, mungkin sudah dibatalkan. Kita harapkan hal seperti ini tidak ada lagi kedepan," kata Arie.  (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya