'Membangunkan' Michael Jackson di Stadion Siliwangi
Fetry Wuryasti
23/4/2015 00:00
(ILUSTRASI--ANTARA/Jafkhair)
ANDAI Michael Jackson, sang legenda pop dunia asal Amerika, masih hidup, mungkin dia akan terbang ke Bandung, menjadi saksi gemuruhnya musik Angklung for The World. Lagu ciptaannya bersama Lionel Richi `We are The World` dimainkan oleh 20 ribu pemain angklung dan menggoyang Stadion Siliwangi Bandung, serta menjadi rekor dunia terbaru.
''Terus terang, saya juga merinding dengan jumlah pemain angklung sebanyak itu dan ini akan menjadi bahan perbincangan di arena Peringatan KAA ke-60,'' aku Menteri Pariwisata Arief Yahya melalui rilis yang diterima Media Indonesia Kamis (23/4).
Sebelumnya, World Guinness Book of Record pernah mencatat rekor bermain angklung kolosal di Beijing, Tiongkok. Kala itu Kedutaan Besar RI di Beijing bersama Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT) mencatatkan 5.393 pemain angklung di Stadion Buruh Beijing. UNESCO menilai, angklung memenuhi kriteria sebagai warisan budaya bukan benda yang diakui dunia internasional.
''Karena itu, menampilkan angklung di pentas internasional sebagai side event Peringatan KAA sudah pas. Ada kekuatan budaya yang bisa ditampilkan di saat banyak orang asing berkunjung ke Bandung,'' jelas Arief.
Disampaikan Arief, angklung sering dipromosikan dan dibawa oleh delegasi Indonesia dalam berbagai ajang pameran di banyak negara. ''Pemecahan rekor dunia ini semakin memperkokoh potensi dan keunikan budaya kita dalam peta pariwisata dunia,'' jelasnya.
Bagi Menteri Pariwisata, di manapun juga, dalam jumlah berapapun juga, pentas musik etnik angklung itu harus diapresiasi. Mereka turut mempopulerkan karya budaya asli Indonesia yang telah lama mengakar kuat.
''Begitu mendengar istilah angklung, melihat bambu pembuat angklung, mendengar suara musik berbasis bambu, yang ada di pikiran orang langsung ke Indonesia. Ini sama dengan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia,'' kata dia. (Q-1)