KLHK Dorong Konservasi Berbasis Masyarakat

Dhika Kusuma Winata
19/7/2018 20:50
KLHK Dorong Konservasi Berbasis Masyarakat
( ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

PENILAIAN Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2017 oleh World Economic Forum menunjukkan aspek pelestarian lingkungan dalam sektor pariwisata menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Pada pilar keberlanjutan lingkungan, RI masuk dalam posisi rendah yakni ke-131 dari total 136 negara.

Sub-pilar mengenai ancaman kepunahan spesies, perubahan tutupan hutan, dan pengelolaan limbah menjadi isu utama dalam pilar kelestarian lingkungan.

"Banyak upaya konservasi berbasis masyarakat in-situ melalui program masyarakat mitra polisi hutan. Perlindungan satwa berbasis masy di ex-situ juga didorong dengan adanya penangkaran satwa oleh masyarakat," kata Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indra Exploitasia, menjawab Media Indonesia, Kamis (19/7).

Dia menegaskan pihaknya terus mendorong konservasi berbasis masyarakat untuk mengonservasi spesies-spesies terancam punah.

Perlindungan satwa berbasis masyarakat di sejumlah daerah, menurut dia, sudah berjalan mulus.

"Penangkaran burung jalak bali di sekitar Taman Nasional Bali Barat bisa menjadi contoh. Sekarang banyak penangkaran berbasis masyarakat yang berhasil," ujarnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya