Ribuan Rumah di Surakarta dan Yogyakarta Terendam Banjir
Cornelius Eko
23/4/2015 00:00
(ANTARA/Oky Lukmansyah)
HUJAN deras selama kurang lebih empat jam yang terjadi di sisi Timur dan Selatan Gunung Merapi telah menyebabkan ribuan rumah di Surakarta dan Yogyakarta terendam banjir.
''Hujan lebat tersebut telah menyebabkan sungai-sungai meluap,'' sebut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho lewat pesan elektronik, Kamis (23/4).
Sungai-sungai yang meluap terjadi di Kali Pepe. Akibat luapan air dari anak Sungai Bengawan Solo itu, sejumlah wilayah di bekas keresidenan Surakarta, yaitu Kabupaten Boyolali dan Sukoharjo, serta Kota Solo mengalami kebanjiran yang lumayan parah.
Banjir di Boyolali, lanjut Sutopo, terjadi di Kecamatan Banyudono, Sambi, dan Ngemplak. Akibat bencana itu, 150 rumah terendam banjir di sana.
Sementara itu di Sukoharjo banjir setinggi kurang lebih 50-150 cm menggenangi Kecamatan Kartosuro dan Grogol. Imbasnya sebanyak kurang lebih 700 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kejadian banjir terparah di Surakarta pada kali ini, terjadi di Kota Solo. Di kota ini, banjir bahkan menggenangi ribuan rumah di Kelurahan Sumber, Jagalan, Jebres, Nusukan, Banyuanyar, Kadipiro, Banyuagung dan beberapa wilayah lain. ''Ratusan warga kadipiro mulai mengunngsi pada Kamis (23/4) dini hari,'' ujar Sutopo.
Sementara itu, di Yogyakarta banjir terpantau di 27 titik di sekitar Kali Code, Kali Gajah Wong dan Kali Winongo. Sekitar 200 rumah terendam banjir akibat luapan kali di wilayah tersebut.
Menurut Sutopo, daerah yang mengalami kebanjiran parah di Yogyakarta adalah Sayidan, Bintaran, Tegalrejo. Selain itu, beberapa wilayah di Kab. Sleman juga terendam banjir.
''Sebagian adalah banjir lahar hujan sisa erupsi Gunung Merapi 2010. Sampai saat ini pendataan (korban) masih dilakukan.''
Lebih jauh ditambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur lainnya telah melakukan penanganan darurat di daerahnya masing-masing.
Evakuasi warga juga telah dilakukan sejak Rabu (22/4) malam hingga Kamis (23/4) dini hari. BPBD Jateng telah memerintahkan BPBD tetangga lokasi banjir segera mengerahkan personel dan peralatan, seperti BPBD Magelang, BPBD Klaten, BPBD Karanganyar, dan BPBD Wonogiri.
Sementara itu, BPBD DIY juga telah melakukan penanganan darurat. Kebutuhan mendesak adalah pelampung, pompa air, selimut, makanan, bronjong, dan lainnya. (Tlc/H-2)