Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK pernah terbayangkan oleh pria lulusan teknologi informasi (TI) di Charles Sturt University, Australia, menjadi mak comblang sebagai mata pencarian. Dari sisi keuntungan, bisnis biro jasa daring bukan bisnis yang menggiurkan. Bisnis ini lebih ke bisnis dunia akhirat.
Razi yang sempat terlibat sebagai chief digital officer di Indonesia Mengajar ini melihat kebahagiaan mereka yang dapat dijodohkan, akan membawa pahala baginya. Di samping itu, ada tiga niat di balik lahirnya Setipe, yakni teknologi, bisnis, dan orang yang ingin bekerja untuk kebaikan orang lain.
"Kaya ada misi yang lebih dalam dan mulia, menjadi motivasi dan inspirasi saat lagi susah. Ketika memulai bisnis dari kosong, itu situasi sulit dan tidak sesuai harapan hampir setiap hari terjadi," kata salah satu pendiri gerakan Turun Tangan itu.
Ketika memiliki misi lebih besar jika dibandingkan dengan uang dan teknologi, Razi melihat seperti penenang ketika ada kekacauan di pikiran dan hati. "Dengan ratusan pasangan sukses yang mengabari kepada kami, atau lebih banyak lagi yang tidak mengabari insya Allah menjadikan amal yang lebih dari sekadar uang yang diterima," sebutnya.
Meski awalnya dipertanyakan memilih berbisnis biro jodoh daring, keluarga akhirnya mendukung dan mengerti setelah melihat pasangan yang sukses menikah. Razi merasa bisnis yang ia bangun sangat seru. Pasalnya, banyak orang Indonesia yang galau di media sosial.
"Bisnis biro jodoh ini bisa memberikan dampak sosial yang baik. Ketika berhasil menjodohkan orang, lalu orang tersebut bahagia dan membangun keluarga, tentu akan berdampak baik bagi sekitarnya," terangnya.
Bantuan yang diterima Razi tidak semata uang, tapi juga kebaikan orang sekitarnya. Tentunya bantuan yang diberikan secara ikhlas akan kembali dengan bentuk kemudahan lainnya.
"Semakin membantu orang dengan ikhlas, itu akan kembali ke kita jika rezekinya. Tidak akan ke mana-mana ujungnya dan memberikan makna hari hari kita," kata pria kelahiran Jakarta 1980.
Razi menilai tantangan yang ia hadapi merupakan proses pengembangan diri. Kata Razi, mungkin dalam Islam orang merasa Allah sedang mendekati dan berusaha mengembalikan hambanya ke jalan yang benar.
"Ketika kita menghadapi tantangan apa pun itu, kita sedang naik kelas karena tidak ada orang bisa lebih jago sebagai jurnalis, teknologi, dan orang marketing jika tidak dikasih tantangan jauh lebih berat," terangnya.
Bukan tanpa alasan Razi ngotot untuk membangun bisnisnya sendiri. Ia berpendapat, bila memiliki usaha sendiri, ia bisa mengembangkan pekerjaan sesuai dengan visi dan misi yang ia kehendaki.
"Alhamdulillah, dibeberapa tahun terakhir ini menjalani Setipe mau cuma online dating aja. Apa pun itu membangun bisnis dari nol, itu beratnya bukan main dan tantangannya gila-gilaan, tetapi jika perspektif, kita positif dan dihilangkan ego kita. Alhamdulillah itu menjadi berkah biar pun hidup sulit," kata penikmat buku tentang perspektif baru.
Perlahan tujuan pribadi dalam menjalankan bisnis ini kian berdampak signifikan. Mulai pengalaman pribadinya hingga tekad mengurangi frekuensi orangtua yang bertanya pada anaknya kapan si anak mengakhiri masa lajang.
"Untuk di Indonesia yang orangtuanya mendorong dengan tekanan. Menurut saya itu tentang manage expectation dan mengomunikasikan dengan baik bahwa sebenarnya kita usaha tetapi kadang-kadang usaha bagaimanapun jodoh akan datang pada waktunya," pungkasnya
Baginya, kesulitan dan orang lain menjadi tantangan untuk mengembangkan diri agar bisa lebik ke ke depannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved