Oase Targetkan 30% Perempuan Deteksi Serviks

Cornelius Eko Susanto
21/4/2015 00:00
Oase Targetkan 30% Perempuan Deteksi Serviks
(MI/RAMDANI)
MELALUI Program Nasional Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker, Organisasi Aksi Solidaritas Era (Oase) Kabinet Kerja optimistis jumlah perempuan yang melakukan pemeriksaan dini kanker leher rahim (serviks) dapat meningkat dalam lima tahun ke depan.

“Pada 2019 nanti, kita menargetkan setidaknya 30% perempuan yang beresiko tinggi terkena kanker serviks sudah melakukan pemeriksaan secara dini,” ujar Hanifah Husein Ferry, anggota Oase Bidang Pendidikan, saat meninjau persiapan gladi bersih teleconference di Puskesmas Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (20/4).

Acara tu akan dilakukan bertepatan dengan peluncuran program tersebut yang dilakukan pada hari ini. Rencananya, pada siang hari, program akan diluncurkan oleh Ibu Negara Iriana Jokowi, yang dipusatkan di Puskesmas Kulonprogo, Yogyakarta.

Menurut Hanifah, Oase Kabinet Kerja merasa prihatin dengan rendahnya kesadaran perempuan Indonesia melakukan deteksi dini kanker, khusunya serviks dan payudara. Dia mencontohkan, di Sumatra Utara, jumlah perempuan yang melakukan deteksi dini tidak sampai 10%.

Jika ditilik dari data nasional, jumlah perempuan yang melakukan deteksi dini kanker yang disebabkan oleh human papilloma virus

(HPV) itu sangat rendah.Menurut dia, di Indonesia hanya 5% perempuan yang melakukan deteksi dini (penapisan) terhadap serviks. Padahal, kasus kanker leher rahim biasanya tanpa gejala apapun pada stadium awalnya.

Imbasnya, sekitar 76,6% pasien ketika terdeteksi sudah memasuki Stadium Lanjut (III B ke atas) yang sudah sulit diobati.Sejatinya, lanjut Hanifah, penapisan dapat dilakukan dengan cara sederhana dan murah, khususnya dengan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) atau tes Pap smear.

Di sejumlah negara berkembang, dengan menerapkan program nasional penapisan lewat IVA, bisa menekan kasus baru serviks hingga 50%. Di negara maju, kasus serviks bisa diturunkan secara drastis dengan program vaksinasi HPV secara nasional. Sayangnya hal itu belum bisa dilakukan di negara kita, lantaran harganya yang cukup mahal.''Rasa takut, malu dan tidak tahu menjadi penyebab rendahnya deteksi dini serviks,'' tambah Hanifah.

Lewat Program Nasional Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker, masyarakat, seperti kader PKK, kader posyandu, akan diberi sosialisasi tentang bahaya kanker serviks. Dari situ mereka akan berkeliling di wilayah masing-masing untuk mengajak perempuan memeriksakan dini ke puskesmas atau bidan.

Pada peluncuran awal nanti, yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, lanjut Hanifah, akan dilakukan teleconferen dengan Ibu Negara di 11 provinsi, yang diwakili masing-masing oleh sejumlah anggota Oase.Ke-11 provinsi itu adalah, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan DKI Jakarta. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya