Anak PAUD Jangan Dipaksa Belajar Calistung

(Bay/H-2)
16/7/2018 08:30
Anak PAUD Jangan Dipaksa Belajar Calistung
(Dok MI)

SEBAGIAN masyarakat berpandangan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) harus mampu mengajarkan anak membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Padahal, PAUD merupakan kelompok bermain. Anak-anak usia PAUD tidak boleh dipaksa untuk bisa calistung.

“Ini merupakan kesalahan besar. Jika anak dipaksa harus bisa calistung, mungkin awalnya kelihatan baik karena ketika masuk SD mereka telah mampu calistung. Namun, kita harus pertimbangkan pada pendidikan selanjutnya. Berdasarkan penelitian, anak yang dipaksa calistung pada usia dini semangat belajarnya bisa menurun di jenjang selanjutnya,” terang Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikud) Didik Suhardi pada penutupan penganugerahan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Tingkat Nasional Tahun 2018, di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (14/7).

Anak PAUD, lanjutnya, berada pada golden period tumbuh kembang anak. Mereka berada pada usia bermain. Jangan sampai guru salah mendidik. Guru harus kreatif dan inovatif dalam mendidik, khususnya dalam membentuk dan membangun karakter anak.
Saat ini, lanjut Didik, jumlah PAUD di Indonesia ada 250 ribu unit. Untuk meningkatkan kualitas PAUD, pemerintah sejak 2016 memberikan bantuan operasional pendidikan (BOP) senilai Rp600.000 per anak dengan batasan satu PAUD maksimal 120 anak.

Terkait dengan Dikmas, Didik menjelaskan pemerintah meningkatan kursus dan pelatihan agar dapat menyiapkan angkatan kerja yang siap masuk dunia kerja. Adapun untuk sekolah kesetaraan, pemerintah juga memberikan perhatian besar.
“Pendidikan kesetaraan berperan besar dalam memperantas buta akasara. Kemendikbud tahun ini meng­anggarkan Rp470 miliar untuk operasional pendidikan kesetaraan.”

Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas 2018 digelar Ditjen GTK Kemendikbud bekerja sama dengan Pemprov Kalbar. Kegiatan itu mengangkat tema Membangun karakter peserta didik melalui karya nyata GTK PAUD dan Dikmas. Kegiatan lomba itu diikuti 484 peserta dan 500 tim pendukung dari 34 provinsi di Tanah Air. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi juara umum. (Bay/H-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya