Martha Tilaar Selenggarakan Festival Jamu Gendong

Fetry Wuryasti
20/4/2015 00:00
Martha Tilaar Selenggarakan Festival Jamu Gendong
(ANTARA FOTO/Fanny Octavian)
MARTHA Tilaar Group menyelenggarakan Festival Jamu Gendong 2015. Acara itu sebagai bentuk penghargaan untuk para penggiat jamu yang telah berkontribusi meningkatkan kesehatan masyarakat dengan harga terjangkau. Pada Festival Jamu Gendong 2015 yang bertepatan dengan ulang tahun Taman Mini Indonesia Indah tersebut, diadakan lomba pembuatan jamu yang diikuti sekitar 150 pedagang jamu dari Jakarta.

Lomba tersebut dilakukan setelah dilakukan pelatihan oleh para praktisi jamu dari Martha Tilaar Group. "Para peserta festival ini adalah mereka yang telah sebelumnya kita ajarkan mulai pemilihan bahan hingga takaran campuran untuk jamu. Nah di sini kami lihat apakah mereka sudah benar dalam penyajiannya," tutur  Vice Chairwoman Martha Tilaar Group Wulan Tilaar di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, kemarin.

Ia mengemukakan para penggiat jamu yang telah berkontribusi meningkatkan kesehatan masyarakat dengan harga terjangkau.
"Para penjual ini harus memerhatikan standar hygiene dan sanitasi dalam pembuatan jamu. Di sinilah peran kami untuk berbagi pengetahuan sebagai pelaku industri memberikan pembinaan kepada mereka bagaimana membuat jamu yang berkualitas," ujar Wulan Tilaar .

Pada kesempatan sama, Director of Martha Tilaar Innovation Centre Bernard T Widjaja mengatakan tata laksana diberikan kepada para penggiat jamu mulai dari mempersiapkan bahan, proses pengolahan, hingga pemasaran. "Kami ingin mengangkat mereka supaya bisa memberdayakan diri untuk kesejahteraan keluarga mereka," jelasnya. Martha Tilaar Group juga sedang menggencarkan mengangkat kembali jamu sebagai warisan budaya yang empiris. "Ini yang kita harapkan agar masyarakat jamu gendong lebih bisa merasakan keberadaan jamu yang lebih bermanfaat," ujar Bernard. Bernard menyampaikan Martha yakin jika jamu gendong ini dibuat menjadi suatu industri maka akan bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Community Development PT Martina Berto Martha Tilaar Group Heru Wardana menyatakan pihaknya bersama Kementerian Kesehatan telah meninjau penggiat jamu di Serang, Nganjuk, Bogor, Jambi, dan Kendari. Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan pembinaan pengolahan jamu yang benar. "Ternyata, yang kita temukan, terutama di daerah Kendari banyak pelaku jamu gendong yang mencampurkan jamu herbal dengan menthol dengan alasan permintaan konsumen. Padahal ini sangat dilarang. Pembinaan mengetahui campuran apa saja yang boleh dan tidak inilah yang kami berikan kepada masyarakat jamu gendong," ujar Heru. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya