Indo IGCC 2018: Kontrol Teknologi, Jangan Dikontrol Teknologi

Akhmad Mustain
11/7/2018 16:43
Indo IGCC 2018: Kontrol Teknologi, Jangan Dikontrol Teknologi
Departemen Komunikasi UI kembali menggelar konferensi internasional ilmu komunikasi di Auditorium Juwono Sudarsono, Kompleks Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Depok, Jawa Barat, 11-12 Juli 2018.(Dok. Indo IGCC 2018)

PERKEMBANGAN teknologi, termasuk dalam bidang komunikasi telah mendisrupsi pola kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Bahkan, ada kecenderungan terjadi ketergantungan terhadap teknologi.

Fenomena inilah yang menurut Pengajar Departemen Komunikasi Universitas Indonesia Irwansyah sebagai post human. Ketergantungan itu, lanjut Irwansyah, yang menyebabkan manusia seakan-akan tidak bisa hidup tanpa teknologi, bahkan terkadang seperti dikendalikan teknologi.

Oleh karena itu, menurut Ketua Tim Pelaksana 2nd INDO IGCC ini, tidak cukup sekedar kecerdasan masyarakat yang diperlukan, namun juga kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi. Tanpa hal itu, tidak hanya disrupsi, penyalahguaan teknologi sangat mungkin terjadi.

"Jika pengguna teknologi sekarang itu bijak maka mereka dapat cerdas memanfaatkan teknologi itu dengan jauh lebih baik karena selama ini ada kritik yang namanya post human itu dianggap menyebabkan manusia teramputasi, tergantung dengan teknologi dan menginginkan hidup seperti teknologi yakni mekanis dan linear," tuturnya usai pembukaan Indo IGCC 2018 di Depok, Jawa Barat, hari ini.

DEPARTEMEN Komunikasi UI kembali menggelar konferensi internasional ilmu komunikasi di Auditorium Juwono Sudarsono, Kompleks Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Depok, Jawa Barat. Acara bertajuk 2nd Indonesia International Graduate Conference of Communication  (2nd INDO IGCC) itu berlangsung mulai 11-12 Juli 2018.

"Oleh karena itu kita berharap dengan dinamika masyarakat akademik yang sekarang bergeliat tentang post human maka masyarakat dalam tatanan makro dan mikro itu kemudian bisa mengembangkan ide yang namanya teknologi itu ciptaan manusia, jangan tergantung dengan teknologi," lanjut Irwansyah.

Hal senada disampaikan oleh Guru Besar Komunikasi Universiti Sains Malaysia Azman Azwan Azmawati. Menurutnya, perkembangan teknologi tidak bisa dielakkan dan hal itu bagus untuk menunjang peradapan. Namun, yang harus diingat, bahwa teknologi hanyalah alat, bukan yang mengontrol kehidupan manusia.

"Kecerdasan buatan itu baik, teknologi itu baik. Namun semua itu tidak bisa mengalahkan otak yang diciptakan tuhan untuk kita. Yang ingin saya sampaikan, bahwa teknologi itu hanya alat, bukan tuan kita," ujarnya. 

Dalam konferensi kali ini diikuti peserta dari 12 negara, antara lain diikuti peserta dari Amerika Serikat, Inggris, Bangladesh, Finlandia, Norwegia, Australia, Pakistan, Norwegia, Belanda, Belgia, dan Malaysia. Para peserta ini mempresentasikan makalahnya lewat tele konferensi maupun langsung di depan panel yang terbagi dalam lima kelompok.

Keseluruhan, ada 85 presentasi jurnal penelitian ilmu komunikasi yang terbagi dalam studi budaya (Cultural Studies), Studi Komunikasi (Communication Studies), Komunikasi Korporasi (Corporate Communication), Manajemen Media (Media Management) and Marketing Communication and Political Communication Management. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya