Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA jurnalistik di tengah kebangkitan era media social saat ini suka tidak suka harus juga berhadapan dengan aneka macam informasi yang bertebaran di tengah masyarakat terutama yang berkembang pesat di kanal-kanal media social.
Termasuk di dalamnya media massa terutama yang sudah mapan harus ikut terlibat dalam ‘”pertarungan kotor” yang entah secara sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu di media-media social agar diluruskan.
“Kalau kita lihat kecenderungannya kan media massa kita yang sudah mapan justru aman dengan isu yang dia buat sendiri dan seolah-olah tidak mengambil pusing dengan hingar-bingar isu di media sosial termasuk yang remeh-temeh sekali pun dan itu menurut saya bahaya karena masyarakat akhirnya digiring dengan opini yang tidak bertanggungjawab di media sosial," kata Dosen Ilmu Komunikasi UI Ade Armando saat menghadiri Kuliah Umum yang diberikan oleh Pakar Jurnalistik dari Queensland University of Technology Australia, Angela Romano di FISIP UI Depok, Senin (9/7).
Padahal, lanjut Ade, media massa yang bekerja dengan kaidah jurnalistik diharapkan mampu mengarahkan masyarakat ke jalan yang benar. Menurutnya, Media Massa mapan di Indonesia tidak bisa lagi terjebak dengan soal segmen pembaca atau penonton atau pun pendengar karena public dari kelas mana pun membutuhkan informasi yang sama.
“Karena itu saya bilang justru jangan ada lagi prinsip ítu bukan mainan saya’sementara di ranah media social itu bergulir sangat cepat dan ramai. Justru media mapan harus terjun dalam permainan kotor ini. Bedanya adalah media massa mapan bekerja dengan prinsip jurnalistik yang benar, memberikan makna yang membantu masyarakat, mengarahkan pada kebenaran, dan yang lebih penting membawa kepentingan public yang lebih besar,” jelas Ade.
Maraknya hoax di masyarakat kta dia harus diimbangi dengan kemasan isu yang diciptakan oleh media-media mapan sehingga public tetap memiliki panduan informasi yang benar dan jelas.
“Karena dia melayani kepentingan publik aritnya informasi yang disajikan adalah yang relevan dengan kepentingan public maka suka tdak suka media-media mapan harus turun ke bawah, mengotori tangan tangan dan kakiknya dengan informasi sampah dan di sana dia yang harus harus meluruskan sampah-sampah tadi. Atau mendorong masyarakat membersihkan sampah tersebut,” pungkas Ade. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved