AKTOR senior dan budayawan Pong Hardjatmo menyatakan masyarakat perlu menghidupkan kembali nilai kearifan lokal sebagai warisan budaya. Cara itu bisa menjadi modal dasar pembentukan jatidiri dan karakter bangsa. ''Inilah yang harus terus kita sampaikan ke kalangan anak muda kita,'' ujarnya dalam Bincang Kearifan Budaya Asahan, di Rumah Seni Pemersatu Jiwa Humaniora Foundation, Jakarta, kemarin.
Senada dengan itu budayawan Eddie Karsito mengatakan kekayaan kultural budaya harus menemukan bentuknya sesuai dengan zaman. ''Bila tidak, ia hanya jadi cerita masa lalu,'' pungkas Eddie. Sama halnya dengan mereka, aktor Dorman Borisman menyatakan pentingnya peran budaya dalam membangun negara. Dalam konteks budaya itu, Asahan adalah wilayah yang sangat akomodatif serta terbuka di Sumatera Utara. Selama berabad-abad, wilayah itu jadi destinasi bangsa Eropa (Belanda) dan Asia (China dan India), dan Asia Tenggara yang menciptakan bentuk budaya baru (akulturasi).
''Dari sinilah terjadi dinamika hubungan antar etnik, bangsa, budaya, agama, meninggalkan jejak positif yang berpengaruh pada karakteristik bangsa. Misalnya pemahaman terhadap rasa persatuan, toleransi, empati dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,'' ungkap dia. Keragaman dan keunikan budaya Asahan itu mendorong para seniman Asahan yang tergabung pada Seni Pemersatu Jiwa untuk rencana memproduksi film layar lebar ‘Annemie in Buitengewesten’ yang shootingnya dilakukan di Asahan mulai Juli 2015.
Film itu akan dibintangi para artis nasional dan internasional, serta ratusan pemain lokal. Eddie Karsito, bertindak sebagai sutradara dan penulis cerita film ini. Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang, menyampaikan media film efektif untuk menyampaikan segala bentuk pesan. Penggambaran keindahan alam dan kebudayaan setempat akan menambah minat masyarakat luar datang berkunjung ke Asahan. ''Pembuatan film bisa lebih memperkenalkan keindahan alam dan budaya di Asahan. Ini menambah ketertarikan masyarakat luar untuk berkunjung, yang pada akhirnya menguntungkan bagi pemerintah serta masyarakat di Asahan,'' kata Taufan. (Try/H-2)