Keluarga Cara Efektif Tangkal Narkoba

Richaldo Y Hariandja
14/4/2015 00:00
Keluarga Cara Efektif Tangkal Narkoba
(ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)
TINGGINYA pengguna narkoba di Indonesia disebabkan oleh permintaan zat adiktif itu yang juga besar. Karena itu, untuk menghentikan permintaan narkoba, salah satu cara yang efektif dengan mulai menerapkan proteksi diri, terutama pada generasi muda. ''Cara yang paling mudah dimulai dari menciptakan suasana kondusif di keluarga. Terutama pada anak saat menginjak usia remaja. Sebab, rasa ingin tahu mereka sangat besar, dan itu bisa menjadi pintu masuk bagi pengedar narkoba,'' kata Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Diah Setia Utami dalam dialog bersama warga dan pelajar bertema Melalui Gelaran Seni dan Budaya Kita Selamatkan Penyalahguna Narkoba, di Jakarta, kemarin.
Hal senada disampaikan psikolog forensik Kasandra Putranto. Menurut dia, untuk memutus aliran permintaan narkoba, harus mulai dari hilir, yaitu keluarga. Dengan menciptakan komunikasi yang baik antarkeluarga sudah merupakan langkah pencegahan yang baik.

Hal itu akan efektif terutama untuk menghalau keluarga dari serangan narkoba. ''Kita harus menciptakan atmosfer yang baik, remaja itu kan butuh pengakuan, kalau di rumah tidak ada pengakuan, dia akan cari di tempat lain,'' ucapnya. Dirinya juga menyatakan agar orang yang sudah telanjur menjadi pecandu agar tidak malu mengakui dan meminta pertolongan. Sebab, kecenderungan pemakai jika didiamkan bisa berujung di penjara atau Rumah Sakit Jiwa. Sementara itu, Dirjen Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza Kementerian Sosial (Kemensos) Waskito Budi Kusumo menyatakan Kemensos menargetkan 10.000 penyalahguna narkoba bisa direhabilitasi. Angka itu masih di bawah target BNN yaitu 100 ribu orang. Karena itu, langkah-langkah detail dipersiapkan oleh Kemensos dan BNN, salah satunya menggerakkan sumber daya manusia serta masyarakat yang jumlahnya lebih dari 1.900 jiwa.  ''Untuk mempermudah rasa aman dan nyaman, kami juga tidak memidanakan orang yang direhabilitasi dan gratis bagi setiap orang,'' pungkasnya. (Ric/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya