Peran Pariwisata tidak Boleh Hilang

Fetry Wuryasti
14/4/2015 00:00
Peran Pariwisata tidak Boleh Hilang
(MI/Rommy Pujianto)
DIREKTUR Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata Frans Teguh berpendapat peran dari Kementerian Pariwisata sejak berlakunya otomi daerah harus dirumuskan ulang. Khususnya pada pengelolaan wisata di kawasan Taman Nasional.

"Topik ini memang menjadi persoalan. Aturannya memang 10% area dari taman nasional akan diserahkan untuk sektor wisata. Yang jadi masalah 10% dikelola secara ekonomi, bisnis bahkan dengan komersialisasi oleh pihak investor yang malah menutup akses publik," ujarnya di Bogor, hari ini.

Menurut Frans, hal ini menjadi persoalan bagi daerah. Dia menjelaskan penerimaan dari 10% wilayah taman nasional untuk sektor wisata akan masuk di Penerimaan Negara Bukan Pajak. "Kita memproduksi berbagai instrumen pariwisata. Kawasan ekonomi kreatif pariwisata, seperti misal Tanjung Lesung dipegang swasta,  investor bekerja sama dengan mereka membangun ekonomi pariwisata. Lalu rakyat di mana?," tanya Frans.

Menurut Frans, suatu destinasi disebut kawasan ekonomi kreatif seharusnya ada mandat ke Kementerian Pariwisata. Hal ini untuk menjamin akses publik untuk kegiatan wisata serta memberdayakan ekonomi masyarakat setempat. "Kita usulkan perubahan perpres agar ada peran pariwisata di sana untuk menjamin regulasi, yaitu menjamin akses publik untuk kegiatan wisata," ujarnya.

Frans menambahkan sisi regulasi membutuhkan upaya dari lintas sektor, berupa BUMN, BUMD atau kerja sama pemerintah dan masyarakat.  "Terus terang saja kalau pemerintah yang urus, pengembangan destinasi tidak akan bagus. Pengelolaan objek wisata sebaiknya jangan pemerintah kerja sama saja dengan swasta, tapi nanti bagi hasil," tukasnya.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya