PAGUYUBAN Keluarga Besar Keraton Surakarta 'Kusumo Buwono' melakukan audiensi dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara untuk memperkenalkan Paguyuban Keluarga Besar Keraton Surakarta 'Kusumo Buwono', yang sudah memiliki anggota ribuan dari keturunan sentono dalem PBI,II,III seterusnya sampai sekarang.
Melalui rilis yang diterima Media Indonesia, Ketua Umum dan Pendiri Keraton Surakarta 'Kusumo Buwono' Mooryati Soedibyo yang turut hadir menyatakan keakraban antara keluarga besar ini tidak berbasis politik, melainkan berorientasi mengumpulkan kerukunan untuk membudidayakan kearifan lokal. "Karena kerukunan dapat menyatukan berbagai pemikiran-pemikiran positif dalam membangun bangsa dan negara," ujarnya.
Keluarga besar Paguyuban Kusumo Buwono tidak hanya dari keluarga besar Keraton Surakarta tetapi juga mereka yang mendapat penghargaan atas jasa terhadap pembangunan jatidiri bangsa, merasa simpati terhadap pembangunan tradisi budaya yang memiliki berbagai filosofi pelajaran luhur serta kreasi kerajinan kerawitan.
"Sastra, busana, seni, perawatan kesehatan yang perlu dilestarikan dan menjadi program utama Paguyuban ini dikembangkan sehingga tidak menjadi punah," tambah Mooryati. Pada kesempatan sama, Sekjen Kusumo Buwono, KPH. Maji Notonagoro menyampaikan permohonan kepada Joko Widodo sebagai keluarga Solo dan sangat berjasa dalam pelestarian budaya bangsa sebagai mantan Walikota Surakarta untuk bersedia menjadi "Pelindung" Paguyuban.
Paguyuban Kusumo Buwono juga akan menyelenggarakan acara deklarasi dalam bentuk penyelenggaraan dan perkenalan para pengurus, penasehat dan Pembina tarian dengan tema Lahirnya Kusumo Buwono di Hotel Sahid Jakarta pada 24 April mendatang. (Q-1)