Jangan Gagap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Syarief Oebaidillah
05/7/2018 20:35
Jangan Gagap Hadapi Revolusi Industri 4.0
(MI/Oebay)

PESATNYA kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang disebut sebagai revolusi industri 4.0 telah menciptakan perubahan mendasar dalam semua aspek kehidupan termasuk di dunia pendidikan. Sebab itu, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya menyiapkan peserta didik agar tidak gagap menghadapi kemajuan ini.

"Kita menyiapkan memasuki revolusi industri 4.0 agar anak didik tidak gagap kendati semua pihak telah berupaya namun masih belum optimal," kata Kepala Pustekkom Kemendikbud, Gogot Suharwoto, pada International Symposium on Open, Distance, and e-Learning (ISODEL) di Jakarta, Kamis (5/7).

Menurut Gogot, yang disiapkan kini bukan sekadar untuk anak-anak yang pintar menghitung, cepat menghafal yang mampu mengerjakan soal dalam waktu cepat karena hal ini semua bisa dikerjakan oleh mesin teknologi yang canggih.

Dikatakan, anak-anak saat ini mesti diberi kemampuan ketrampilan menghadapi abad 21 yang terkenal dengan istilah 4C meliputi Creativity atau kreativitas, Critical Thingking and Problem Solving atau kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, Communication yakni kemampuan berkomunikasi, serta Collaboration merupakan kemampuan kerja sama yang menjadi andalan masa depan.

Dia mengingatkan dari sisi anak didik jangan kehilangan arah yang mengutamakan kemampuan akademik atau teknologi informasi (TI) semata tetapi tidak memperhatikan ketrampilan lain. Ia mencontohkan tokoh dunia yang sukses seperti Jack Ma dan Bill Gates, juga mengedepankan 4C.

Ia menambahkan, pihaknya juga melatih guru agar berkemampuan mengimplementasikannya di kelas. Dan yang penting juga menginovasi teknologi yang dibutuhkan oleh siswa mereka.

"Guru harus bisa menginspirasi siswanya untuk mampu berbagi dengan siswa lain agar bisa berbagi terobosan memahami materi pelajaran di sekolah," tukasnya.

Pada kesempatan sama, Staf Ahli Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bidang Akademik, Paulina Pane, berpandangan senada di era revolusi industri.4.0 semua pihak agar tidak terpaku pada kemajuan TI semata.

"Kita sering silau dengan upaya peningkatan IT tetapi melupakan sumber daya manusia atau orangnya maka upaya kementerian memajukan pendidikan melatih siswa dan guru serta sekolah menjadi amat penting menghadapi revolusi industri 4.0," tegasnya.

Sementara itu, mewakili Rektor Universitas Terbuka, Sri Sedianingsih, mengutarakan hal yang sama tentang pentingnya ketrampilan 4C ditambah dengan menjaga kearifan lokal serta etika.

"Kegagapan yang terjadi saat ini di era 4.0 nampak manakala ada anak anak kita yang terkena sakit jiwa dan dirawat karena tidak bisa lepas dari gadget atau gawai.Hal ini menjadi penting untuk diberi edukasi," pungkasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya