Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OLIMPIADE Sains Nasional (OSN) 2018 yang digelar di Padang, Sumatra Barat, resmi ditutup pada Jumat (6/7). Provinsi DKI Jakarta mempertakankan dengan raihan 19 medali emas, 24 medali perak, dan 29 medali perunggu.
Perolehan ini meningkat dari tahun sebelumnya saat OSN 2017 yang digelar di Pekanbaru, Riau. Tahun sebelumnya, DKI Jakarta hanya memperoleh 16 medali emas, 36 medali perak, dan 21 medali perunggu.
Setelah DKI, peringkat kedua OSN tahun ini diraih Jawa Timur dengan perolehan 13 medali emas, 18 perak, dan 26 perunggu. Pada posisi ketiga diraih Banten dengan perolehan sebanyak 11 medali emas, 14 perak, dan 11 perunggu.
Di balik kemenangan berbuah suka, kekalahan melahirkan duka, kompetesi adu otak ini sesungguhnya, diharapkan menjadi embrio manusia unggul Indonesia di masa datang.
"Kalian diharapkan mengisi kekosongan sains nantinya. Selama 30 tahun ke depan, kalian yang mengisi sains Indonesia," ucap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendy, saat menutup acara yang berlangsung dari 1-6 Juli ini di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP).
Dia mengungkapkan, pemerintahan di bawah Presiden Jokowi sangat gencar membangun infrastruktur. Namun, infrastuktur harus didukung oleh suprastuktur untuk menjalankannya.
"Infrastruktur hanya prasyarat. Ibarat salat, infrastruktur itu wudhuk. Kalau nanti SDM-nya tidak disiapkan sungguh-sungguh, jangan harap Indonesia maju nantinya," tandasnya.
Tugas Kemendikbud, katanya, menyiapkan tenaga teknokrat, menguasai teknologi, sains, dan kreatif.
"Di tangan anak kreatif dia akan hidup. Siapa anak itu, kalian semua," imbuhnya.
Maka itu, Muhadjir meminta agar para siswa tidak menganggap OSN tersebut kegiatan main-main, tapi harus diresapi menyiapkan Indonesia yang unggul di bidang sains.
"Di antara Anda ada 50% yang konsisten, sampai ilmuwan di bidangnya, saya yakin Indonesia bisa mengungguli bangsa lain," tukas Muhadjir.
Menteri juga mengapresiasi atas keberhasilan prestasi yang diraih anak-anak OSN 2018.
"Saya ucapkan selamat kepada DKI yang 2 kali berturut-turut juara umum dalam OSN. Saya harap provinsi lain segera mengejar ketertinggalan," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa pemenang yang sesungguhnya adalah orang-orang yang terus konsisten mengeluti bidang sains dan berhasil sukses dengan bidang tersebut.
Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, mengungkapkan, pelaksanaan OSN di Sumbar selama tujuh hari berjalan dengan lancar dan sukses.
OSN tahun ini diikuti siswa perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 1.433 orang yang terdiri atas siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sementara jika ditambah dengan total partisipan seperti pendamping, pembina, juri, asisten juri, panitia pusat, dan panitia daerah mencapai 2.159 orang.
Peserta OSN juga telah berlaga dan berkompetisi secara sportif dalam 11 bidang lomba yaitu Matematika, IPA, IPS, Informatika/Komputer, Kimia, Fisika, Biologi, Kebumian, Geografi, Astronomi, dan Ekonomi.
Untuk SMA sendiri, jumlah siswa yang berkompetisi di ajang ini sebanyak 767 siswa. Mereka bersaing untuk sembilan bidang yakni Fisika, Kimia, Matematika, Astronomi, Biologi, Ilmu Kebumian, Informatika/Komputer, Geografi, dan Ekonomi.
Dari sembilan bidang tingkat SMA tersebut, DKI memperoleh medali emas terbanyak dengan jumlah 11 medali. Sementara di posisi kedua Banten dengan 11 medali emas, Jawa Timur 8 medali emas, Jawa Barat 5 medali emas, Jawa Tengah 4 emas, Yogyakarta 2 emas, Gorontalo, Riau, Sumbar, dan Kalimantan Selatan masing-masing dengan 1 medali emas.
Hamid tetap mengimbau para siswa yang belum memperoleh medali untuk mengikuti kompetisi di tahun mendatang.
"Bagi (peserta) yang belum mendapat kesempatan, kalian masih bisa berprestasi di OSN tahun depan. Jangan menyerah! Ayo, dicoba lagi!" imbaunya.
Kepala Sub Direktorat Peserta Didik Ditjen Dikdasmen Kemendikbud, Suharlan, mengucapkan selamat kepada sang juara. Ia pun berpesan agar para siswa tetap bekerja keras dan bersemangat untuk berkompetisi lagi di tingkat yang lebih tinggi untuk membanggakan nama Indonesia.
Sementara itu, salah seorang anak peraih medali perunggu bidang matematika tingkat SD, Naufal Adrian Marsha, mengaku senang dan bangga telah meraih medali pada keikutsertaan pertamanya di OSN ini.
"Senang, belum puas, pingin lebih dong," ujar siswa asal SD Percontohan Ujun Gurun Padang ini. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved