Suhu Dingin di Indonesia tidak Ada Kaitan dengan Aphelion

Depi Gunawan
06/7/2018 20:10
Suhu Dingin di Indonesia tidak Ada Kaitan dengan Aphelion
(Ilustrasi)

SUHU udara yang lebih dingin daripada biasanya di seluruh wilayah Indonesia selama beberapa hari terakhir ini, sama sekali tidak ada hubungannya dengan fenomena aphelion yang terjadi pada 6 Juli 2018, pukul 23.48 WIB.

Dilansir dari Info Astronomi, aphelion berasal dari bahasa Yunani, yang mana 'apo' yang berarti menjauh, dan 'helios' merupakan nama untuk Dewa Matahari Yunani. Secara harfiah, artinya planet bumi yang sekarang ditempati manusia sedang menjauh dari Matahari.

Namun, dingin atau tidaknya suhu permukaan bumi sebenarnya dipengaruhi oleh musim. Pada musim kemarau, manusia akan merasakan kepanasan, dan sebaliknya saat di musim dingin. Karena seperti yang diketahui bahwa musim di bumi sangat dipengaruhi oleh kemiringan sumbu bumi. Karena itu, mengaitkan dinginnya suhu saat ini dengan aphelion sebenarnya keliru.

Tepat pada hari ini, bumi berada pada jarak sekitar 5 juta kilometer lebih jauh dari matahari daripada saat bumi berada di perihelion (planet berada pada titik terdekat dengan matahari). Atau lebih tepatnya, bumi kini berada pada jarak 152.095.566 kilometer dari matahari.

Peneliti Observatorium Bosscha, Mohamad Irfan, juga menegaskan, tidak ada hubungan sama sekali antara aphelion dan suhu udara yang saat ini terjadi di Indonesia, dan Bandung khususnya.

"Waktu aphelionnya benar, tapi itu bukan penyebab udara terasa lebih dingin. Penyebab udara terasa dingin karena saat ini di Indonesia sedang memasuki musim kemarau," terang Irfan saat dimintai konfirmasi, Jumat (6/7).

Dia menjelaskan, suhu udara dingin merupakan hal yang biasa. Hal ini terjadi karena pembentukan awan relatif sedikit sehingga suhu udara akan terasa panas sekali di siang hari, tetapi akan sangat dingin pada malam hari.
 
"Jadi, aphelion itu bukan jadi penyebab udara terasa dingin (pada malam hari). Peristiwa aphelion ini enggak berbahaya bagi kehidupan manusia di bumi, fenomena ini rutin terjadi," jelasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya