SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan banyak sekolah yang dipaksa oleh pemerintah daerah untuk menyelenggarakan UN berbasis komputer atau computer based test (CBT). "Banyak sekolah-sekolah di daerah yang tidak siap dan dipaksa untuk melaksanakan UN berbasis komputer oleh pemerintah daerahnya," ujar Retno di Jakarta, hari ini. Dia menjelaskan karena dipaksa, maka banyak sekolah yang terpaksa membeli peralatan. Padahal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menegaskan UN berbasis komputer hanya untuk sekolah yang siap dan mempunyai infrastruktur lengkap.
"Siswa yang mengikuti UN berbasis komputer juga lebih ketat. Seharusnya waktunya 120 menit, namun pada praktiknya hanya 100 menit," tambah dia. Retno juga menjelaskan ada isu kebocoran soal pada UN berbasis komputer. "Kami akan melakukan pengecekan mengenai kebocoran soal itu. Kami sudah dapat tautannya dan akan dikonfirmasi langsung dengan siswa." Sejumlah sekolah yang menyelenggarakan UN berbasis komputer di sejumlah daerah mengalami kendala seperti SMK Negeri 4 Bojonegoro, Jawa Timur, yang tertunda karena para siswa gagal mengunduh soal materi Bahasa Indonesia dari server komputer. Begitu juga di Kediri yang pelaksanaan UN tertunda karena masalah jaringan. UN berbasis kertas tingkat SMA/SMK dilangsungkan pada 13 April hingga 15 April. Sementara untuk UN berbasis komputer tingkat SMA/SMK dilangsungkan pada 13 April -16 April dan 20 April hingga 21 April. (H-1)