Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELENGGARAAN haji tahun ini akan diikuti 221 ribu calon jemaah dari seluruh Indonesia. Untuk itu, Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) telah menyiapkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan sebanyak 7 ribu ton .
"Tujuh ribu ton pada tujuh kontainer telah kita siapkan melayani jemaah haji kita tahun ini," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Dr dr Eka Jusuf Singka pada temu media tentang Pelayanan Kesehatan Haji di kantor Kemenkes ,Jakarta, Jumat (6/7).
Eka Jusuf menjelaskan perlengkapan perobatan itu disiapkan guna mengantisipasi berbagai penyakit yang akan menghinggapi jemaah selama musim haji 2018.
Diantaranya obat gangguan pernafasan, batuk, flu, paru serta obat ancaman cuaca panas pada musim haji kali ini yang diperkirakan mencapai 52 derajat Celcius.
"Karena suhu panas ini jemaah akan rentan terkena stroke panas atau headstroke terutama mereka yang kondisi kesehatannya kurang baik pada cuaca panas.Nah, dengan kondisi ini kami berpesan jemaah agar fokus beribadah tidak beraktivitas diluar ibadah, " cetusnya.
Dia mengutarakan tahun ini terdapat 70 persen jemaah haji berusia antara 50 -60 tahun ke atas yang dapat dikategorikan manusia usia lanjut ( manula). Haji manula ini juga diminta menjaga kesehatanya.
"Mereka harus memahami dan menjaga kondisi kesehatan.juga harus diingat puncak haji adalah Arafah maka jaga kondisi menuju Arafah, " ujarnya.
Lebih lanjut Eka menjelaskan Kemenkes telah siap menerjunkan sebanyak 1521 Tenaga Kesehatan Haji Indonesia ( TKHI).Mereka telah lolos seleksi dan mengikuti pelatihan.Rombongan TKHI ini akan bertolak ke Arab Saudi pada tanggal 9 Juli 2018 mendahului kelompok terbang (kloter) pertama haji yang akan berangkat tanggal 17 Juli 2018.
Dikatakan 152I TKHI ini akan bertugas mengawal kesehatan jemaah untuk 507 kloter yang tersebar di tiga daerah kerja ( daker) yakni daker Makkah, daker Madinah dan daker Bandara.
Kemenkes juga menyiapkan 5 dokter ahli jantung, 6 orang dokter jiwa, 6 doktet paru,1 dokter spesialis bedah dan dokter rehabilitasi medis serta seorang dokter spesialis penerbangan.
Dalam kesempatan ini Kemenkes juga memperkenalkan Kartu Kesehatan Haji ( KKH) sebagai pengganti Buku Kesehatan Jemaah Manual.Menurut Eka dengan KKH agar terjadi peningkatan kepatuhan jemaah dalam mengikuti pemeriksaan dan pembinaan kesehatan yang telah terakses pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan ( Siskohatkes). (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved