MUSEUM menjadi salah satu objek wisata untuk mengenal sejarah di nusantara. Namun, tak semua orang antusias dengan cerita masa lalu. Museum Sumpah Pemuda, sejarah tentang perumusan sumpah pemuda dan kongres pemuda dapat ditemukan di sini. Informasi terkait gedung dan aktifitas politik dan sosial seputar kongres pemuda dan perumusan sumpah pemuda disediakan dalam bentuk yang beragam. Replika patung, lukisan dan foto yang telah digitalisasi dan video pun disediakan menarik perhatian pengunjung.
Upaya pengeloa museum tak terlalu menarik pengunjung, di Minggu yang terik pengunjung Museum Sumpah Pemuda didominasi siswa sekolah yang sedang mengerjakan tugas. "Ini lagi bikin tugas mata pelajaran sejarah," kata salah satu pengunjung Noval, di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2015).
Noval bersama dengan dua puluh orang kawannya memadati Museum Sumpah Pemuda ini. Mereka berkeliling memperhatikan satu per satu koleksi yang ditampilkan. Replika patung yang memperlihatkan aktifitas diskusi di ruangan depan museum hingga replika biola pertama yang digesek WR Supratman untuk mengiringi lagu Indonesia Raya di depan seluruh peserta Kongres Pemuda tak luput dilahap satu per satu.
Antusiasme Noval bersama kawan-kawan cukup beralasan, sebab Noval mengaku tak tahu keberadaan museum ini sebelumnya. Dia tahu setelah mendapatkan tugas dari guru sejarah. "Belum tahu, tahu ada Museum Sumpah Pemuda setelah dikasih tugas sama guru," jelas dia agak malu.
Namun Noval pun sadar, begitu banyak sejarah yang tersimpan di museum ini, beberapa tak dia dapat di sekolah. "Guru cuma kasih tau deretan tokoh dan beberapa penjelasan tentang sejarah aja, di sini kita bisa tahu banyak, lihat koleksi yang ada, kayak biola ini," kata dia.
Hal yang sama juga disampaikan Sulis. Siswa SMK 2 Bekasi ini berkunjung untuk menyelesaikan tugas sekolah yang diberikan guru sejarah. Sulis bersama beberapa kawannya terlihat sibuk dengan aktifitas tugas sekolahnya. "Kita ngerjain tugas sekolah, bikin film pendek aktifitas museum, kak," kata Sulis. Pelajar memang mendominasi kunjungan hari ini. Tercatat di buku tamu museum sekitar 50 pengunjung hari ini adalah pelajar yang ingin mengerjakan tugas. (Q-1)