Yuwono Wicaksono Belanja ke Amerika,Layanan ala Indonesia

Siti Retno Wulandari
05/7/2018 02:45
Yuwono Wicaksono Belanja ke Amerika,Layanan ala Indonesia
(MI/PIUS ERLANGGA)

BERAWAL dari kegemaran Yuwono Wicaksono, yang akrab disapa Sony, membeli produk fesyen dari luar negeri, tercetuslah ide membuka jasa titip. Hasrat kawan-kawannya berbelanja tas, sepatu, jam tangan, juga baju impor tersalurkan, pun ongkos kirim bisa ditanggung bersama.

Perjalanan berikutnya, pada 2016, sistem jasa titip yang tadinya hanya berkutat di aplikasi pesan, merambah Instagram dan pesanan pun kian deras. Setahun berikutnya, Sony pun membuat website Gudangimpor.com, lengkap dengan media sosial yang dikelola lebih profesional.

Data yang mengungkap 18 juta orang Indonesia kerap membuka situs e-commerce luar negeri dan 70%-nya merujuk pada situs belanja daring Amerika Serikat, jadi alasannya.

Karena itu, tahun pertama pendirian Gudangimpor, Sony memilih fokus pada pesanan barang dari 'Negeri Paman Sam', baru diikuti Tiongkok dan Inggris pada tahun kedua. Target selanjutnya yang sedang dijajaki Sony ialah Korea dan Jepang, yang tenar dengan produk perawatan kulit.

"Kami akomodasi kebutuhan pembeli di sini, apa yang mereka inginkan, bukan sekadar copy paste berbagai website luar, lantas ditampilkan di Gudangimpor.com," kata Sony saat ditemui di kantor Gudangimpor, Jakarta, Kamis(24/5).

Punya mitra belanja
Prosedur yang diterapkan Sony ringkas, memangkas persyaratan sekaligus mengikis kemungkinan pembeli gigit jari karena tak dilayani, yang kerap terjadi jika mereka memesan sendiri ke pemilik toko di luar negeri. Pasalnya, hampir 70% kartu kredit yang diterbitkan di Indonesia ditolak di luar negeri, pun beberapa penjual menolak mengirimkan barangnya ke negera-negara Asia, termasuk Indonesia.

Di Gudangimpor.com, pembeli hanya perlu menyalin alamat URL (uniform resource locator) barang yang diinginkan, yang tertera di toko daring si penjual awalnya, ke dalam kolom yang tersedia. Setelah itu, barang akan muncul beserta harga final yang harus dibayar, sudah termasuk dengan biaya lain-lain, pun ongkos kirim. Begitu pula estimasi waktu penerimaan barang.

Jika setuju, calon pembeli dapat memilih metode pembayaran yang diinginkan, bisa melalui transfer ATM, juga melalui credit card, ke nomor rekening Gudangimpor.com.

Gudangimpor kemudian melakukan pengumpulan pesanan terlebih dahulu baru kemudian dikirim ke mitranya yang akan menjadi penghubung ke toko di negara tujuan. "Partner kami di sana itu orang Indonesia juga, mereka yang membelikan lalu mengirimkan ke kami. Setelah sampai gudang kami, perlu penyortiran yang membutuhkan waktu hingga satu minggu, kemudian dikirimkan kepada pembeli," ujar pria yang masih gemar berbelanja ke luar negeri itu.

Total waktu yang dibutuhkan pembeli untuk mendapatkan barangnya berkisar tiga hingga empat minggu. "Kami pilih bekerja sama dengan orang Indonesia karena cepat dan murah dalam menentukan besaran biaya jasa. Komunikasi pun lebih mudah. Selain punya rekan untuk belanja, kami juga memiliki mitra jasa ekspedisi, urusan pajak ataupun cukai sehingga legalitas produk terjamin.".

Layanan sesuai kebutuhan Indonesia
Terlontar harapan dari obrolan dengan Sony di kantornya yang bergaya muda, terlihat dari permainan grafiti pada dinding berlatar hitam. Kini, ia belum bisa bermain di order make-up dan obat-obatan, tetapi nantinya ia ingin pesanan itu, yang kini jadi favorit perempuan Indonesia, juga bisa diterima.

"Saat ini yang paling populer, pembelian sepatu karena seri sepatu yang masuk di Indonesia sangat terbatas, sementara di luar negeri pilihannya beragam dengan harga lebih terjangkau."

Dalam satu bulan, Gudangimpor bisa menerima sekitar 700-800 transaksi dengan kisaran nilai Rp800 ribu-Rp1 juta. Karena itu, pihaknya sedang mencari pendana melihat arus pesanan yang semakin meningkat.

Meskipun keberadaannya untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat atas barang yang lazimnya telah spesifik dipilih, Gudangimpor juga menghadirkan 30 rekomendasi toko dan juga promosi diskon dari negara-negara tujuan tersebut. Untuk mengantisipasi masalah keaslian produk, Gudangimpor memiliki sistem yang bisa menyaring apakah alamat URL produk bersumber dari toko autentik atau sebaliknya.

"Di luar negeri promo diskonnya lebih banyak sehingga lebih murah. Di Indonesia masih masuk kategori new arrival, di sana sudah diskon. Kami tidak menerapkan minimum transaksi, tetapi ada batas maksimal karena ini kan untuk personal. Besaran maksimalnya itu tergantung pada jenis barang, kami mengikuti regulasi Indonesia," pungkasnya.

Sony mengaku, dalam proses pengembangan bisnisnya, ia berfokus menjaga seluruh instrumen Gudangimpor.com tetap berkorelasi kuat dengan konsumen Indonesia. Begitu pun jika sistem kerja itu akan menjadi modal pengembangan di negara lain, inovasi itu harus tetap berkorelasi dengan Indonesia.

"Kan problemnya sama, 60%-70% merchant Amerika Serikat itu enggak mau kirim barang ke luar negaranya. Nah, sistem kami ini bisa diaplikasikan di negara lain sehingga nantinya sebelum dikirim ke pembeli di negara lain, produk itu dikirim saja ke Gudangimpor.com," ujarnya.

(M-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya