Indonesia Jadi Tuan Rumah Festival Internasional Bahasa dan Budaya

Fetry Wuryasti
12/4/2015 00:00
Indonesia Jadi Tuan Rumah Festival Internasional Bahasa dan Budaya
(MI/ANGGA YUNIAR)
INTERNATIONAL Festival of Language and Culture (IFLC) diadakan perdana di Indonesia sebagai ajang festival dan budaya yang telah diselenggarakan selama 12 tahun di berbagai negara dan diikuti oleh 145 negara dengan lebih dari 2000 pelajar sebagai peserta.

Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah festival internasional IFLC ke 13 yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dengan menampilkan pertunjukkan bahasa dan budaya dari  100 pelajar dari 19 negara yang memiliki jaringan dengan Yayasan Pacific Countries Social And Economic Solidarity Association (Pasiad) di seluruh dunia.

Tujuan dari acara ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan adalah memotivasi seluruh dunia untuk menjaga perdamaian dunia.

"Festival ini sangat penting untuk menciptakan kedamaian dan menumbuhkan rasa saling pengengertian dari masing-masing budaya yang hadir pada hari ini," ujarnya setelah menerima penghargaan dari Didik Rachbini, kemarin.

Anies mengapresiasi festival seni dan budaya ini. Menurutnya, aspek seni pada anak-anak harus ditumbuhkan. "Dengan 20 negara yang hadir, ini merupakan kesempatan anak-anak Indonesia untuk bertukar kebudayaan," katanya.

Pada kesempatan ini, Indonesia menyuguhkan penampilan lagu Bengawan Solo dengan angklung dan tari saman dari Aceh. Kedua bentuk seni yang dikerjakan dalam berkelompok, kata Anies sekaligus menjadi pesan dari Indonesia bahwa kedamaian bisa terwujud bila digerakkan bersama.

"Ini mengartikan pembangunan kedamaian harus dilakukan bersama-sama. Semua itu tumbuh dari pemahaman, dan bahasa serta budaya menjadi instrumen utamanya," imbuh Anies.

Indonesia, kata Anies, memiliki beraneka budaya. Yang menarik dan sulit ditemukan di negara manapun, Bangsa Indonesia bisa mensepakati satu bahasa, sebelum ada negara.

"Anda coba cari negara lain, yang bangsamya sepakat satu bahasa, sebelum ada negara. Ini menunjukkan bahwa kebudayaan di Indonesia, adalah kebudayaan yang saling menghormati, menghargai sehingga bisa tercipta kesadaran kepentingan bersama," tuturnya.

Indonesia sebagai salah satu negara paling bhinneka di dunia menurut Anies sudah tepat menjadi tuan rumah festival kebudayaan internasional. "Karena di sinilah kita bisa menunjukkan kekayaan budaya kita," tegasnya.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan juga turut hadir dalam IFLC. Penghargaan juga diberikan kepadanya oleh pihak ILFC. Zulkifli mengaku bangga melihat penampilan dari para siswa yang tampil dalam festival internasional ini.

"Saya bangga menjadi seorang muslim. Saya sendiri baru tau Pasiad dan ada acara sehebat ini menampilkan siswa-siswa dari sekolah muslim. Saya bangga Islam itu kaya, modern, tidak minder, dan hebat," ujarnya.

Dia menambahkan sumber daya manusia menentukan masa depan bangsanya. "Banyak negara yang tidak punya sumber daya alam, namun bisa menghasilkan manusia-manusia hebat. Tentu hal ini juga ditentukan oleh pendidikan mereka. Melihat festival lintas budaya ini, saya yakin dunia 25 tahun mendatang akan menjadi dunia yang lebih baik dan lebih aman," tuturnya.

Pertukaran budaya terlihat pada penampilan dari peserta dari berbagai negara, di antaranya penampilan siswa Kamboja yang menyanyikan lagu Turki, serta penampilan siswi Indonesia Mahardhani Annisa Muntaz yang juga menyanyikan lagu berbahasa Turki. Para penonton yang mayoritas berasal dari Turki juga menikmati acara ini. Terlihat beberapa penonton Turki yang ikut bernyanyi saat lagu-lagu dari negara mereka dinyanyikan oleh siswa dari Kamboja dan Indonesia. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya