Puncak Peringatan Tambora di 2.851 mdpl

Puput Mutiara
11/4/2015 00:00
Puncak Peringatan Tambora di 2.851 mdpl
(MI/RAMDANI)
Petualangan Media Indonesia Adventure Team menjelajah Gunung Tambora belum usai. Pagi itu, Kamis (9/4), tepatnya pukul 7.00 WITA, tim turut menjadi bagian sejarah pengibaran Sang Merah Putih di ketinggian 2.851 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Bersama puluhan pendaki lain, tim ikut membentangkan bendera berukuran 200 meter x 1 meter dari puncak sejati ke arah bibir kawah kaldera. Momen ini, dianggap sebagai puncak peringatan 200 tahun (1815-2015) erupsi Gunung Tambora.

Pengibaran bendera dipimpin oleh Isa Nurdiansyah, anggota Komisi Politik DPP KNPI Dompu yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana dalam kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan, pengibaran bendera dilakukan dua etape.

"Kami sengaja tidak membuat jadwal pasti pengibarannya karena menyesuaikan dengan kondisi pendaki dan alam. Kemarin, 70 pendaki di etape pertama dan hari ini ada sekitar 60 yang ikut upacara," jelasnya kepada Media Indonesia.

Jumlah total 130 pendaki itu, diakui Isa, kurang dari yang ditargetkan yakni sebanyak 200 pendaki. Namun demikian, hal itu tidak mengurangi makna pengibaran bendera yang dilakukan oleh para pendaki dari berbagai daerah se-Nusantara.

Sembari membentangkan Dwi Warna, seluruh peserta dengan khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suara koor puluhan pendaki menambah nilai sakral upacara perayaan.

Kendati kegiatan itu tidak termasuk ke dalam agenda Tambora Menyapa Dunia yang diadakan oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah daerah (Pemprov) Dompu ikut memberikan dukungan.

"Pemda ngasih bantuan dana Rp40 juta. Kita mengajukan Rp50 juta, tapi turunnya segitu," katanya.

Namun bagi para pendaki, momen perayaan adalah bonus dari lelahnya perjalanan menuju puncak. Lebih dari itu, kebersamaan saat melewati medan terjal sepanjang jalur Dusun Pancasila akan jadi pengalaman tak terlupakan.

Satu di antara pendaki, Ardian (33), mengaku sengaja menabung demi bisa mendaki bersama 10 orang temannya ke Gunung Tambora. Penggiat alam bebas asal Kota Bekasi ini tidak lagi memikirkan rasa pegal di sekujur tubuh, meski selama 36 jam duduk tertekuk di dalam mobil selama perjalanan.

"Kita kesini naik kereta sampai Malang. Dari Malang, kita carter mobil masing-masing Rp500 ribu langsung sampai Bima. Tapi lihat bendera kita di puncak itu semua capai hilang," katanya.

Ribuan Pendaki
Usai prosesi pengibaran, tim II Media Indonesia Adventure Team yang beranggotakan Puput Mutiara, Ramdhani, Rugadi Tjahjono, dan Wahyu Bimo Prasetyo memutuskan untuk turun kembali ke basecamp di Dusun Pancasila.

Sepanjang jalur, kami mendapati masih banyak pendaki yang hendak 'muncak'. Usut punya usut, mereka pun berencana melakukan upacara serupa di atas ketinggian 2.851 mdpl.

"Rencana memang mau upacara bendera 200 meter itu, tanggal 11 nanti sama pendaki lain juga. Malam ini kami nge-camp dulu di bibir kawah," ucap Arya, penggiat alam asal Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, NTB.

Sementara itu, berdasarkan catatan panitia, hingga 10 April, jumlah pendaki teregistrasi sekitar 1.300 orang. Melihat animo yang ada, ditaksir sampai acara puncak hari ini (11/4), jumlahnya bisa mencapai 2.000 pendaki. Angka itu dinilai sangat bagus mengingat tidak ada target jumlah pendaki untuk kegiatan Tambora Menyapa Dunia ini.

"Event seperti ini pertama kalinya di Tambora. Jadi, kami masih ingin melihat seberapa besar antusias terhadap gunung ini. Ini saja sudah bagus, mudah-mudahan semua bisa ikut menjaga Tambora," tandas Saiful Bahri, Ketua Kelompok Pecinta Alam Tambora (K-Pata). (Mut)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya