Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Agama menyatakan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1439 H/2018 telah rampung. Seiring dengan itu, berbagai inovasi pelaksanaan haji dilakukan untuk menciptakan kepuasaan bagi jemaah haji Indonesia.
"Persiapan di Arab Saudi sudah rampung menyangkut akomodasi, transportasi, dan katering. Kita juga menyiapkan hotel cadangan untuk meng-antisipasi kebakaran hotel seperti pada 2017 lalu," jelas Direktur Penyelenggaraan Haji Luar Negeri, Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis, di Gedung Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, kemarin.
Pembekalan MCH 1439/2018 dilakukan selama tiga hari sejak Senin lalu dan berakhir kemarin.
Peningkatan pelayanan haji pada musim haji tahun ini, lanjutnya, di antaranya ialah koper jemaah haji langsung diantar ke kamar hotel jemaah masing-masing.
"Jadi bukan jemaah lagi yang membawanya ke kamar hotel begitu bus tiba di lobi hotel," tambah Sri.
Lebih lanjut, Sri mengatakan Kementerian Agama juga menyiapkan hotel cadangan untuk mengantisipasi kebakaran. Jumlah hotel cadangan tersebut ialah 1% dari kuota jemaah haji Indonesia yang sebanyak 221 ribu orang. Artinya, tempat cadangan harus menampung 2.210 orang.
Ada tiga tempat cadangan di Mekah dan dua di Madinah. Semuanya berstandar hotel bintang tiga. Jemaah pria dan perempuan akan dipisahkan. Petugas haji akan selalu mengimbau jemaah untuk mematuhi peraturan tersebut. Stiker petunjuk kamar masing-masing juga ditempelkan di pintu kamar.
"Kita sudah mulai persiapan sejak akhir tahun lalu sejak ditanganinya kerja sama kementerian haji Saudi dan kita. Setelah dapat kepastian kuota, kita mulai penjajakan dan survei harga berbagai keperluan akomodasi, konsumsi, dan katering, yang selanjutnya diajukan ke Komisi VIII DPR," pungkas Sri.
Di sisi lain, Kemenag juga mengebut penyelesaian visa dan paspor jemaah haji Indonesia karena pada musim haji tahun lalu masih ada kasus keterlambatan ratusan visa jemaah haji Indonesia.
Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Ditjen PHU Kemenag Nasrullah Jassam berharap pembuatan visa sudah bisa selesai sebelum fase keberangkatan jemaah haji. Sebab, menurut Nasrullah, Kedutaan Besar Arab Saudi dalam sehari bisa memproses visa sebanyak 10 ribu hingga 15 ribu.
Sementara itu, terkait dengan keberangkatan, kelompok terbang (kloter) awal akan mulai diterbangkan ke Arab Saudi pada 17 Juli mendatang. (X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved